Kelas Aman dari Kabut Asap

image

Infografis di atas langsung tersebar setelah koordinasi Mendikbud dengan pemerintah daerah yang terdampak kabut asap dilaksanakan kemarin. Saya beruntung menjadi bagian dari solidaritas ITB88. Kami bertukar informasi berharga dengan para pengambil keputusan di Kemdikbud, Kemensos, BNPB, dan Kemenag. Alhamdulillah whatsapp sangat membantu dalam menunjang komunikasi tanpa sekat berdasarkan semangat gotong royong demi kepentingan terbaik anak.

Fasilitas Belajar Aman dari Kabut Asap

Bu Lina BNPB berkali-kali mengingatkan tentang 3 pilar sekolah aman yang menjadi konsensus internasional dalam rapat penyusunan rancangan SNI Sekolah Aman Bencana. Saya sendiri tidak terlalu mempermasalahkan istilah tersebut, meski tetap berupaya menyampaikan bahwa dalam Perka BNPB no 4 tahun 2012 tidak hanya fasilitas tapi juga lokasi, struktur, desain dan tata letak harus aman dari bencana.

Secara khusus saya menyampaikan harapan kepada Bu Renani, Direktur Pembinaan PKLK Dikdasmen, untuk memegang teguh prinsip kemandirian dan kedaulatan bangsa melalui inisiatif sekolah yang lebih aman,inklusif, dan ramah anak. Hari ini ada 2 agenda penting terkait pemetaan pemangku kepentingan dalam penerapan sekolah aman bencana dan juknis penerapan SRA yang terpaksa saya tinggalkan.

Menjadi Ibu Idaman Masa Kini

Berbagi kegembiraan saat kami membuka obrolan di whatsapp makin menarik hati. Penuh harap kebiasaan seperti ini membangun kesadaran kritis para ibu pengguna media sosial untuk memanfaatkan berbagai media sosial sebagai wahana OPeRA Obrolan Pendidikan Ramah Anak.

[29/10 18:06] Bu Sari KerLiP Bandung: Bu… Barusan b yuni telp saya
[29/10 18:06] Bu Sari KerLiP Bandung: Sy diminta menjadi fasilitator di Banjarmasin
[29/10 18:07] Bu Sari KerLiP Bandung: Masih dlm kegiatan yg serupa
[29/10 18:07] saya: Alhamdulillah…selamat berkarya Bu Sari…tetap prioritaskan anak2 ya Bu
[29/10 18:07] yanti kerlip: Ditunggu narasi perjalanannya
[29/10 18:07] Bu Sari KeLiP Bandung: Inshaallah bu….  Td sy tanya anak anak dulu…   Katanya mamah hebat…hahahaha
[29/10 18:08] Bu Sari KerLiP Bandung: Ya bu
[29/10 18:08] saya: Alhamdulillah…lebih hebat lg karena dedikasikan diri sesungguhnya pada anak2

Obrolan ini berlanjut terus dalam bentuk bertukar link tulisan lama tentang model-model gerakan Keluarga Peduli Pendidikan yang saya tulis sendiri, diberitakan media dan link menarik lainnya. Alhamdulillah, akhirnya Allah membukakan jalan untuk menebarkan tapak-tapak sujud bu Sari ke Kalimantan.

Kinerja Adiluhung

Memilih bahagia menjadi ibu sepenuhnya dan tidak bekerja di luar rumah menjadi idaman saya sejak beranjak dewasa. Saya sempat menikmati masa-masa indah tumbuh bersama Fitry tanpa campur tangan keluarga besar. Rasanya baru kemarin menyimak obrolan putri sulung kami dengan adik-adiknya. “Bolu kukus buatan ibu enak sekali lho!”ujar Fitry dalam satu kesempatan.

Kehebatan Bu Sari di mata putri-putrinya bukan isapan jempol. Kesaksian Yuni, kolega KerLiP di Kemdikbud RI menjadi bukti kinerja adiluhung lulusan Planologi ITB ini.

[29/10 18:55] yanti kerlip: Assalamu’alaikum wr wb Yuni, terima kasih atas kepercayaannya pada KerLiP ya
[29/10 18:55] Yuni PAUD: Wa’alaikum salam
[29/10 18:55] Yuni PAUD: Saya hanya recommend mbak
[29/10 18:56] Yuni PAUD: Yg perform yg saya recommend:)

image
Padahal sebelumnya saya perlu meyakinkan Yuni untuk menerima bu Sari mewakili KerLiP.

[13/10 14:44] Yuni PAUD: Eh ya..kita mau undang mbak Yanti di technical meeting narasumber ToT Pendidikan Keluarga besok kamis jam 10.00
[14/10 04:14] yanti kerlip: Saya finalisasi modul ToT SRA jam 8-10 terus rapat dg Dirjen Dikdasmen jam 11-13 terus ke Solo kelola stand Kemdikbud di Hari PRB
[14/10 04:15] yanti kerlip: Kalau digantikan boleh?
[14/10 04:15] Yuni PAUD: Oo gitu..baik. nanti disampaikan
[14/10 04:15] Yuni PAUD: Sy tanya dulu ke rekan2 mbak.
[14/10 04:15] Yuni PAUD: Siapa penggantinya rencana mbak?
[14/10 04:16] yanti kerlip: Ada ketua KerLiP Bandung penerima anugerah Pola asuh terbaik dr Gubernur Jabar
[14/10 04:16] yanti kerlip: Sempat susun usulan roadmap pendidikan keluarga beberapa bulan yl
[14/10 04:17] yanti kerlip: Namanya Ekasari, kedua putrinya duta anak
[14/10 04:17] yanti kerlip: Syahna duta internet cakap kemkominfo & ketua Forum anak Jabar
[14/10 04:18] yanti kerlip: Adiknya Nabila prakarsai aksi CDEF dan Obras Bencana di Jawa Pos

Alhamdulillah kinerja adiluhung bu Sari sebagai penerima anugerah Gubernur Jawa Barat sebagai Ibu dengan pola asuh terbaik tak perlu diragukan lagi.. Insya Allah apresiasi ini memperteguh komitmen sahabat-sahabat KerLiP untuk bekerja berdasarkan prinsip kepentingan terbaik anak termasuk menjadi ibu idaman masa kini.

Komitmen Pak Kamsol untuk Memperkuat Pendidikan Khusus di Riau

“Dua hari berturut-turut saya menangis di depan publik. Pertama saat Putri, penyandang difable, menyanyikan lagu D’Massive yang berjudul Jangan Menyerah. Padahal saya baru saja menyanyikan lagu Pujangga dengan gagah, “ucap Pak Kamsol sambil menunjukkan lirik lagu Jangan Menyerah.

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Back to Reff 1

Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa

Back to Reff 1
Back to Reff 2

Saya membayangkan suasana haru dan bangga saat Putri menyanyi. Lirik lagu yang dinyanyikannya  sangat mengena dan menggugah kepedulian terhadap para penyandang difable.

image

“Esoknya saya menangis lagi. Kali ini karena anak penyandang difable bersuara emas yang menyanyikan lagu ciptaannya sendiri sambil memainkan piano, “imbuh Pak Kamsol sambil mengirimkan foto kegiatan yang dihadiri Ibu Gubernur Riau beberapa waktu yang lalu.

Semua Anak Juara

Pembacaan puisi oleh anak usia 9 tahun dengan gumaman anak penyandang tuna rungu pada gebyar pendidikan khusus dan layanan khusus di Pekan Baru beberapa waktu yang lalu mengalun indah.

image

Ibu Gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan Riau menyalami keduanya dengan penuh rasa kagum. Sambutan dari Istri Gubernur memperkuat komitmen Pemerintah Riau untuk menjamin pemenuhan hak pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus. Penampilan ensamble anak-anak Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa melengkapi penampilan para juara di atas panggung.

image

Gebyar ini hanya salah satu bentuk dari layanan Pendidikan Khusus di Provinsi Riau. Komitmen Pak Kamsol, Kadisdik Riau, untuk memastikan semua kota/kabupaten memiliki SLB mendapat dukungan dari bu Renani, Direktur Pembinaan PKLK Dikdasmen Kemdikbud.

Sosialisasi Panutan, Pendidikan Ramah Anak, Bermutu, dan Bebas Pungutan untuk memulai pembinaan pendidikan keluarga di Riau diharapkan dapat mendorong kepedulian.masyarakat terutama orangtua/wali dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang inklusif dan ramah anak berdasarkan semangat gotong royong. Pemberian BOSDA dari Pemprov Riau juga akan disiapkan untuk mendukung satuan pendidikan menggiatkan PANUTAN.