Belajar Bersama “Urang” Kampung

Ternyata acara diskusi Kerangka Sendai yang menghadirkan Mas Yoyok dari Sekolah Bersama belum dimulai. “Wah kalau ada anak-anak muda duduk tegap berseragam seperti ini bakal menarik nih, “ujarku sambil menyalami mahasiswa UPN sebelum duduk dekat Mbak Yayek. Aku bergegas menuju sekretariat Planas karena tertarik dengan profil Mas Yoyok. Buku biografi ibu Syam, aktivis perempuan yang masih energik di usia ke-82 yang aku beli di Wisma PGI kuserahkan pada Mbak Ria untuk Skala.

Literasi Sejarah Ekologis Sosial

image

Alumni ITB 1974 ini menyampaikan materi yang begitu kaya dwngan pengalaman belajar bersama masyarakat. Aku memotret setiap slide yang disajikannua dan langsung kubagikan ke semesta melalui @literasibinar. Penegasan Mas Yoyok tentang arti penting belajar bersama “urang” kampung mengenai sejarah ekologis-sosial menarik hatiku. Komunitas literasi sejarah lokal yang sedan kami persiapkan dalam kerangka kerja Gerakan Indonesia Pintar terasa jadi sangat penting dalam upaya pengurangan risiko bencana berbasis komunitas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s