Asyiknya Cepat Tepat PRB

“Yes, Yes, Yes!” berkali-kali juru bicara grup yang menjadi juara cepat tepat pengurangan risiko bencana (PRB) berteriak. Anak laki-laki yang paling kecil dan penuh semangat ini sampai tak kuasa menumpahkan air matanya setelah dinyatakan juara. Momen Aha yang takkan permah terlupakan. Final cepat tepat yang dilaksanakan siang hari memberi arti tersendiri bagi puluhan peserta Konferensi Nasional Sekolah Aman 2015. “Anak-anak hebat, kalau saya mendapat pertanyaan tersebut yakin akan kesulitan menjawab, “ujar salah satu peserta.

image

Sekolah Aman Komprehensif

Materi PRB yang ditanyakan seputar 3 pilar sekolah aman komprehensif. Istilah yang diusung Plan Internasional, Save the Children, dan Mercy Corp ini mendapat dukungan penuh dari Konsorsium Pendidikan Bencana termasuk UNESCO. “Saat ini tidak ada lagi istilah struktural dan non struktural. Kerangka kerja penerapan Sekolah Aman harus diselaraskan dengan prakarsa global, “Pak Ardito menegaskan hal ini dalam sesi WISS World Initiative of Safe School.

image

Kilas Balik

Masih lekat dalam ingatan ketika saya dan Zamzam berkali-kali menjelaskan bahwa kerangka kerja non struktural diadopsi sepenuhnya dari konsep Sekolah Siaga Bencana yang kami susun bersama anggota lainnya di Konsorsium Pendidikan Bencana. Kami berdua berjalan dalam kesunyian saat menyetujui inisiatif pembentukan Sekretariat Nasional Sekolah Aman yang dicetuskan Wamendiknss, Pak Fasli Jalal pada tanggal 25 Agustus 2011 di Sekretariat IA ITB. Ide tersebut ditindaklanjuti dalam rapat koordinasi eselon 1 dari Kemdagri, Kempu, Kemenag, Kemkes, Kemppa, Kemristek Dikti dalam lokakarya yang diselenggarakan oleh BNPB dengan dukungan KerLiP, GFDRR, dan RCMU Bappenas dan Planas PRB di Hotel Milennium.

Lompatan besar ketika membaca draft deklarasi dalam buku panduan konferensi ada kalimat yang menyatakan Konsorsium Pendidikan Bencana membentuk Seknas Sekolah Aman. Perkumpulan KerLiP mengawal pelembagaan Seknas Sekolah Aman yang dikoordinasikan BNPB dengan melibatkan Kemdikbud, Kempu, Kemristek/BPPT, Bappenas, Kemkeu, Kemdagri, Kemenag, Kemppa, KLH, BPN, Kemkes,  dan berkantor di Wamendiknas 2011-2013 dengan dukungan IA ITB, ITB88, PMB ITB, GFDRR, BEC Trustfund World Bank, UNESCO, Plan International, Planas PRB, Binus, Universitas Bakrie, RCMU Bappenas, Taramitra, dst. Berbagai event menunjukkan komitmen kuat dari BNPB untuk menjalankan Seknas Sekolah Aman sepenuhnya pada bulan Juni 2013. Konsorsoum Pendidikan Bencana dan Planas PRB kemudian memfasilitasi pelembagaan Seknas Sekolah Aman tersebut sampai kemudian diserahkan sepenuhbya kepada Kemdikbud melalui Biro PKLN Setjen Kemdikbud pada tahun 2014. Perkumpulan KerLiP masih intens terlibat dlaam penyusunan blue print sampai proses alih manajemen tersebut dilaksanakan.

Kini, 5 tahun setelah kampanye sejuta sekolah dan rumah sakit aman diluncurkan, Sekolah Aman Komprehensif menjadi isu besar yang didorong multipihak melalui Seknas Sekolaham Aman tersebut. Saya dan Zamzam sempat menyesalkan kemunduran yang terjadi karena lebih mementingkan piloting untuk mengedepankan istilah tersebut. Secara substansial kami sepakat sepenuhnya dengan harapan prakarsa ini bergerak maju pada perubahan budaya sekolah yang lebih aman terintegrasi ke dalam Gerakan Sekolah Ramah Anak, Inklusif, Bermuti, dan Bebas Pungutan.

Semoga harapan ini masih bisa diwujudkan dalam semangat gotong royong.

Advertisements

Konferensi Nasional Sekolah Aman

image

Allisa (13) peserta didik SMPN 35 kelas 8 hadir mewakili Perkumpulan KerLiP dalam Konferensi Nasional Sekolah Aman yang dilaksanakan di Gedung A lantai 3 Kemdikbud tanggal 29-30 September 2015. Icha terlihat sangat pendiam dan terus mengekor ibunya yang berrugas memfasilitasi Konferensi bersama Arif dari MDMC. “Satu kali lagi nama ibu disebut mestinya dapet gelas cantik!”ujar Zamzam yang duduku di samping ibu Dewi dari Asde Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Deputi Tumbuh Kembang Anak KemPPA. “Puluhan anak yang hadir dalam Konferensi Nasional ini adalah sebagian kecil dari 61 juta anak sekolah. Sekolah Aman diharapkan dapat terintegrasi dengan Gerakan Sekolah Ramah Anak yang sedang dikawal bu Yanti,” kata bu Suharti, Kepala Biro PKLN yang menggantikan Pak Ananto, dalam sambutan pembukaannya.

Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana

image

Direktur Pengurangan Risiko Bemcana BNPB, Lilik Kurniawan, menutup paparannya dengan menunjukkan foto saat menjadi narasumber di Global Platfor for Disaster Risk Reductio  di Genewa Mei 2013. Kampanye dan penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana menjadi isu “seksi” dalam upaya PRB di Indonesia sejalan dengan Hyogo Framework of Action 2015 apalagi menjadi prioritas dalam.Sendai Framework serta SDGs 2030.

Indonesia merupakan country leader yang berkomitmen untuk memastikan semua sekolah yang baru dibangun menerapkan Sekolah Aman Komprehensif dan semua sekolah terutama di daerah rawan bencana diperkuat pada tahin 2030. Saat ini.BNPB bekerjasama dengan Kemdikbud dan Konsorsium Pendidikan Bencana sedang menyusun SNI Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana. Indikator yang mudah dipahami dan jelas dalam 3 pilar Sekolah Aman Komprehensif akan dijalin dengan Kerangka Kerja Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana yang diatur dalam Peraturan Kepala.BNPB no 4 tahun 2012. Pilar ketiga tentang pendidikan PRB sudah disusun dalam bentuk SE Mendiknas tentang.Strategi Nasional PRB di sekolah.

Mengikat Makna

Kemarin suara mereka terdengar begitu bersemangat. Ada rencana buat majalah sekolah, ekstrakurikuler baru, dan rencana-rencana baru. Hari ini lima remaja putri itu kembali berkumpul sepulang try out di jalan Purnawarman. “Lagi jalan sama temen. Mau bikin proposal yang buat bikin ekskul baru”, pesan singkat dari Allisa baru saja kuterima saat mereka tiba di depan rumah. Rupanya obrolan asyik kemarin masih berlanjut. Alhamdulillah…langkah  mandiri putri kami bersama sahabatnya terus berlanjut.

image

Indahnya Silaturahmi

Persahabatan yang diikat dengan rencana aksi kebaikan yang sedang disusun Allisa dan 4 sahabatnya ini menginspirasiku untuk mengirimkan pesan ke  grup teman sekelas di SMP dan SMA. Pagi tadi kang Ones membuka obrolan yang mendapat tanggapan serius dari Feby, Sasha, Inong, Roswendi, Nurul dkk. Manfaat teknologi informasi dan komunikasi begitu lekat dalam keseharian kita.  Indahnya persahabatan mengikat makna hidup kita sebagai makhluk sosial.

Semoga Allah mengumpulkan kita semua dalam kebaikan.