DUAPULUH LIMA TAHUN

Jelang subuh pertama di angka dua puluh lima tahun mengikat janji suci di hadapan Ilahi.

Bobot si kecil sudah tak tertahankan saat diminta menginjak telapak kaki jelang tidur tadi. Anak terkecil kita sudah besar. Kapan ibu pulang.  Pertanyaan rutin itu jadi vitamin harian yang memompa semangat ibu untuk selalu kembali menembus macet.

Nafas lirih Aa mengalun dengan deru mesin lemari es di sudut rumah. Tiba-tiba ingin kembali mengucapkan terima kasih untuk Aa yang selalu bergegas menyalakan honda vario menembus kelam. Hampir setiap malam  bertahun lamanya mengantar ibu menjangkau lebih banyak anak Nusantara melalui kampanye Sekolah/Madrasah Aman.

Teteh masih terlelap membawa kisah manis yang baru menghampiri setelah 23 tahun Allah memberikan nikmat hidup. Hatur nuhun teteh…sahabat jiwa yang selalu siap mendengarkan bahkan di usia yang masih sangat dini. Pancaran takjub dalam ketulusan persahabatan ibu-anak menyinari perjalanan hidup ibu dan bapak di angka ke-25.

Terima kasih untuk duapuluh lima tahun sejak ijab diikat mahar.
Juga untuk duapuluh lima puncak
duapuluh lima lembah
duapuluh lima tepian
duapuluh lima kilau

Kembali merajut mimpi bersama Binar
Angin, air, api, logam, dan tanah
menyatu
menyelimuti
dalam seluruh pengabdian kita.
Tanpa jemu
demi akhir yang baik itu.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s