Budaya Inklusif

image

Kemarin pagi saat sarapan bersama bu Lilik dan Mas Chozin, tercetus ide untuk memperkuat ADEM dengan praktik baik Bina Budaya antar bangsa dan Indonesia Mengajar. Alhamdulillah ternyata pemikiran ini justru sudah menjadi komitmen Pemkot Bandung. Status Wali Kota Bandung di facebook kemarin menunjukkannya. Langkah awal perubahan telah diayunkan, tak perlu piloting baru untuk riset pendahuluan. Mudah-mudahan bisa masuk ke tahap berikutnyauntuk memastikan pemenuhan hak pendidikan anak-anak Papua melalui Sekolah Ramah Anak di wilayah lain di seluruh Nusantara.

Bina budaya inklusif berkali-kali disampaikan Hilmar Farid dari Perkumpulan Praxis  pada Diskusi Panel yang diselenggarakan Gerakan Indonesia Pintar 10 Juli 2015 bertemakan Revolusi Karakter Bangsa melalui Literasi Sejarah bagi Generasi Pembelajar. Mudah-mudahan rencana Kang Emil.dan urang Bandung menjadi sumber inspirasi bina budaya inklusif antar suku bangsa untuk merawat kebhinnekaan dalam konteks  NKRI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s