Anak-Anak Kita dalam Bahaya

image

Pemerintah Indonesia melalui Kemdikbud sudah lama menerbitkan Pedoman LIRP Lingkungan Inklusif dan Ramah Pembelajaran, namun belum secara eksplisit menyatakan Sekolah Ramah Anak (SRA).  Upaya perlindungan anak mulai menjadi komitmen bersama terutama dengan adanya berbagai kejadian sampai menimbulkan korban nyawa pada usia anak. Pemerintah melalui Permeneg PPPA no 8 tahun 2014 tentang Kebijakan SRA mengemas LIRP bersama praktik-praktik baik lainnya dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Foto slide presentasi bu Dian, Kabid Kesejahteraan dan Perlindungan Anak BP3AKB Jabar dalam Seminar Upaya Perlindungan Anak Melalui Sekolah Ramah Anak menunjukkan kejadian kekerasan terhadap anak di Jawa Barat. Data tersebut menambah daftar panjang ancaman terhadap keselamatan, kesehatan, keamanan jiwa dan raga anak-anak kita. Secara geografis, sebanyak 80 juta anak atau 30% penduduk Indonesia juga harus hidup bersahabat dengan risiko bencana yang mengintai setiap saat.

image

Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terkini

Guru BK salah satu SMKN, yang hadir dalam Seminar, menyampaikan kasus peserta didik perempuan (sebut Putri) yang mengalami trauma psikososial berat akibat dipermalukan dengan kata-kata di depan teman-temannya oleh salah seorang guru. Guru BK dan orang tua Putri berusaha mengobati putri dibantu psikiater khusus, namun sampai saat ini masih trauma. Bu Sari mengajak salah seorang anggota forum anak untuk menjadi konselor sebaya. Kemarin ayah Putri berkali-kali menelpon atas rekomendasi guru BK Putri.

Hari ini, Bu Sari mengirimkan BBM yang memprihatinkan,

Ibu… Sy sdg syok berat…. Teman sy org tua X mengikuti seleksi PPLP yg sangat ketat untuk panahan tk prov. Anak anak yg lolos diharuskan untuk tinggal di asrama. Atlit panahan senior sebanyak 3 orang masuk ke kamar X. Tangannya dipegang dan ditidurkan di tempat tidur lalu diminta membuka celananya karena alasannya ada pemeriksaan kepala p***s nya. Xyg tidak terima berteriak sampai akhirnya para senior melepaskannya. Tapi setelah kejadian tersebut X menjadi trauma sampai keluar dari asrama dan berniat berhenti panahan. Ya allah… Ibu saya mengenal pelaku tersebut. Salah satunya baru saja masuk SMA dan yg lainnya usia SMA. Dan yg sy sedih ternyata akhirnya terungkap juga bahwa teman lainnya, Y, diperlakukan sama di hotel saat mengikuti pemusatan latihan seleksi pekan olah raga pelajar tingkat nasional. Y tidak berani cerita kepada org tuanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s