DUAPULUH LIMA TAHUN

Jelang subuh pertama di angka dua puluh lima tahun mengikat janji suci di hadapan Ilahi.

Bobot si kecil sudah tak tertahankan saat diminta menginjak telapak kaki jelang tidur tadi. Anak terkecil kita sudah besar. Kapan ibu pulang.  Pertanyaan rutin itu jadi vitamin harian yang memompa semangat ibu untuk selalu kembali menembus macet.

Nafas lirih Aa mengalun dengan deru mesin lemari es di sudut rumah. Tiba-tiba ingin kembali mengucapkan terima kasih untuk Aa yang selalu bergegas menyalakan honda vario menembus kelam. Hampir setiap malam  bertahun lamanya mengantar ibu menjangkau lebih banyak anak Nusantara melalui kampanye Sekolah/Madrasah Aman.

Teteh masih terlelap membawa kisah manis yang baru menghampiri setelah 23 tahun Allah memberikan nikmat hidup. Hatur nuhun teteh…sahabat jiwa yang selalu siap mendengarkan bahkan di usia yang masih sangat dini. Pancaran takjub dalam ketulusan persahabatan ibu-anak menyinari perjalanan hidup ibu dan bapak di angka ke-25.

Terima kasih untuk duapuluh lima tahun sejak ijab diikat mahar.
Juga untuk duapuluh lima puncak
duapuluh lima lembah
duapuluh lima tepian
duapuluh lima kilau

Kembali merajut mimpi bersama Binar
Angin, air, api, logam, dan tanah
menyatu
menyelimuti
dalam seluruh pengabdian kita.
Tanpa jemu
demi akhir yang baik itu.

image

Advertisements

Anak Merdeka 01

Sudah dua bulan Anwar sibuk mengejar ikan di kolam sudut.
Sementara itu, Fahmi terlihat berkali-kali menaiki jendela kelas.
“Delapan-delapan!” anak-anak berseru menjawab pertanyaan Bu guru.
“Baiklah anak-anak. Hari ini kita ulangan ya. Masing-masing kelompok menusun buku besar untuk ditunjukkan dalam Opera di POMG bulan depan, “terdengar suara lembut bu guru menjelaskan kegiatan hari ini.

Tubuh-tubuh mungil itu mulai mengatur diri, mereka membentuk kelompok. Kertas ukuran A0 sudah siap di atas meja bu guru. Ada 4 anak antri mengambil pinsil warna, krayon, pulpen yang terletak di loker kelas. Anak-anak yang lain berbagi tugas. 
“Kamu kan sudah bisa menulis, bantu menulis cerita Andi ya?” Tanya Icha kepada Ayu.
“Aku yang menggambar ya!” Seru Hamdi sambil memegang kertas. Ujung pulpen di tangannya menempel di dahi. Mulutnya komat-kamit.
Anak merdeka memang hebat ya. Usia mereka baru 7 tahun, namun sudah pandai mengatur kegiatan kelompok sesuai kekhasan masing-masing.

“Hore!” Anwar berteriak sambil  mengacungkan ikan tangkapannya. Hamzah, Fajri, Dian, dan Zia berlari menghampiri. Mereka menari-nari di pinggir kolam.  Anak-anak  lainnya masih asyik menjahit buku besar karya mereka.

Bu guru membantu menyediakan meja pameran untuk buku besar
Pak guru memeluk anak di pinggir kolam
Senyum simpul Bu guru dan Pak Guru terlihat saat mencatat proses pembelajaran hari ini.

image

Pengasuhan yang Berkeadilan

Terima kasih buat Dina dari Fa88 yang sudah share kisah ini.
Saya kutip dengan sedikit.modifikasi

Ayah yang menjadi contoh mengerjakan pekerjaan rumah tangga juga akan menjadi teladan langsung bagi anak laki-lakinya bahwa pekerjaan rumah tangga itu tak mengapa dilakukan seorang laki-laki.

Peran serta ayah dalam mengasuh dan membantu pekerjaan rumah tangga di sela-sela kesibukan bekerja ternyata berdampak positif pada hubungan antara anak dengan ayahnya. Rata-rata ayah yang terbiasa melakukan perkerjaan rumah tangga terbukti sangat dekat dengan anaknya. Jika antara ayah dan anak sudah dekat maka hubungan suami dan istri pun semakin harmonis.

Pengalaman pribadi nih, suami saya suka sekali membacakan buku atau kisah-kisah inspiratif kepada anak-anak. Itu membuat kedekatan emosi diantara keduanya terjalin sangat dalam. Anak saya tak pernah berhenti memuja ayahnya. Ternyata hal itu membuat saya makin mencintai suami karena dia memang sosok yang baik, apalagi dia juga memang tidak segan membuatkan sambal tempe kesukaan anak-anak dan membantu pekerjaan rumah tanpa saya memintanya.

Rumah Idaman yang dirancang Faradise sebagai hasil.obrolan anak-anak dengan ayah dan ibunya
image