Sosialisasi Perlindungan Anak melalui SRA

Mobil melaju perlahan menghampiri tenda putih di lapangan Parkir Timur Senayan. Saya tiba di Jakbook&Edufair Festival saat Eva sedang memaparkan kriteria buku anak. Beberapa peserta duduk menyimak dengan tekun. “Subhanallah, ternyata Uni disini!” Seruku tertahan setelah berkeliling mencari ibu Dewi dari AMInd yang mengundang hadir berbagi cerita dalam talkshow pukul 15.30. Uni Dewi mengenalkan Pak Ikhsan yang duduk di sebelahku. Kami masih asyik bertukar gagasan dan harapan untuk saling bersinergi saat bu Susan menghampiri untuk menyelaraskan kegiatan talkshow sore nanti. Tak lama kemudian Uni maju ke depan memyerahkan tanda mata untuk Eva yang telah menutup sesi talkshownya.

image

Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya dan rombongan mulai beranjak dari tempat duduk masing-masing. Uni menahan mereka untuk duduk kembali menyimak sesi berikutnya. Ia juga memperkenalkanku dengan antusias.

Suasana yang menyenangkan

Sakit gigi dan batuk mendorongku untuk berkreasi menghidupkan suasana talkshow dengan audiens beragam dalam jumlah terbatas tanpa banyak bicara. Jingle evakuasi gempa bumi dengan nada lagu Pelangi pun menyemarakkan suasana. Ibu Ina dari Palangkaraya berkenan memimpin kami menyanyikannya bersama anak-anak. Dokumentasi dari AMInd mengabadikan kegembiraan anak berdiri di depan audiens Talkshow.
image

Suasana makin hangat saat konsultasi dengan anak mengenai Sekolah Ramah Anak berjalin kelindan dengan praktik-praktik baik yang disampaikan Kadisdik Palangkaraya. Alhamdulillah, Kota Palangkaraya sudah menerapkan pendidikan inklusif dan menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional. Penjelasan Bu Riap, salah satu guru yang hadir tentang Adiwiyata menunjukkan bahwa praktik baik tersebut menjawab harapan dari ananda Viorela. Ia mnghubungkan Sekolah Ramah Anak dengan kebutuhannya akan udara yang sejuk, kelas yang nyaman, air bersih dan WC yang tidak bau.

Konsultasi anak sebagai penanda SRA mulai dikenali audiens lengkap dengan berbagi praktik baik dan inisiatif UPIK-Unit Pelayanan Informasi dan Keluhan yang digagas Pak Herie, Asda Pemkot Palangkaraya untuk memastikan mekanisme pengaduan dan penanganan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak berjalan sesuai harapan. Ketiganya dijelaskan Bu Susan saat merangkum hasil talkshow sesi kali ini.

Pertanyaan Bapak dari Pembina TK-SD tentang definisi SRA menjadi pembuka untuk menjelaskan SRA secara rinci sampai indikator dari 6 parameternya, yakni Kebijakan SRA, Pendidik dan Tenaga Kependidikan Terlatih KHA, Pengembangan Kurikulum Ramah Anak, Sarana dan Prasarana Ramah Anak, Partisipasi Anak, Partisipasi Orang tua/Wali, Dunia Usaha, Lembaga Masyarakat, dan Alumni. Bu Endang, manajer Elfa Secioria yang membantu AMInd tertarik untuk menunjukkan praktik baik, Kapten Ben goes to School, kerjasama dengan BNN. Ia menyampaikan bahwa di Jakarta korban narkoba sampai 7% dari penduduk. Beberapa kali Uni Dewi menambahkan informasi penguat.

Alhamdulillah perwakilan dari Palangkaraya siap melakukan upaya perlindungan anak melalui SRA.
Terima kasih AMInd.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s