Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan

Sekedar mengingatkan kembali

PERDA No. 15 TAHUN 2008 BAB XX LARANGAN Pasal 138
Satuan pendidikan dilarang :
a. melaksanakan kegiatan pembelajaran bagi satuan pendidikan yang telah ditutup;
b. memaksa atau mewajibkan peserta didik membeli Lembaran Kerja Siswa (LKS) dan sejenisnya;
c. memaksakan atau mewajibkan kepada peserta didik membeli seragam dan/atau keperluan sekolah lainnya;
d. melakukan komersialisasi dalam penerimaan peserta didik baru maupun pindahan melalui jalur akademik maupun jalur prestasi non akademik;
e. melakukan pembebanan biaya pendaftaran kepada peserta didik baru; dan
f. melakukan pungutan yang dikaitkan dengan persyaratan akademik untuk penerimaan peserta 0didik, penilaian hasil belajar peserta didik, dan/atau kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.

Rasanya baru kemarin menerima Bu Elvira, Pak Hary, Bu Dahrina bersama Bu Sari dan Ksatria di lobby hotel yang terletak di ujung jalan Riau. Ketiganya orang tua siswa SMAN 20 yang menentang keras pemberlakuan DSP dan SPP serta penjualan seragam tanpa pertanggungjawaban keuangan yang jelas. Saat itu saya tengah melaksanakan konsultasi publik mengenai Naskah Akademik Raperda Jabar tentang Percepatan Penerapan Kabupaten/Kota Layak Anak dan Sosialisasi Perda Ketahanan Keluarga bersama BP3AKB Jabar. Seingat saya, Ksatria diminta mendampingi Bapak/Ibu peduli akuntabilitas keuangam sekolah untuk berkumpul bersama orang tua/siswa lainnya di Gedung Indonesia Menggugat.

Kutipan Perda di atas dishare Pak Hary yang kini memimpin GMPP-Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan di WA grup yang selalu hidup dengan ragam aktivitas dan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan anak khususnya di kota Bandung. Beragam latar belakang pekerjaan dan profesi masyarakat yang bergabung di WA Grup ini, mulai dari pengacara, akuntan publik, dosen, apoteker, guru, pejabat publik, jurnalis, konsultan, aktivis, dst. Beberapa di antara anggota grup berani mengirimkan pernyataan keras.

Semangat Perubahan

Saya mengenal Pak Eko, dosen Arsitek ITB, sebagai pendiri MP2I Masyarakat Peduli Pendidikan Indonesia yang konsisten memperjuangkan perbaikan pemenuhan hak pendidikan anak sejak belasan tahun yang lalu. Selain Pak Eko, ada Pak Iwan, guru SMAN 9 Bandung, Sekjen FGII, FAGI dan Koalisi Pendidikan Kota Bandung yang dikenal sangat kritis. Lalu Kang Dan Satriana dan adiknya, Ben Satriana. Keempatnya konsisten mengawal perubahan dengan semangat membara.

image

Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan Indonesia hadir dengan semangat perubahan para perintisnya yang merupakan orang tua/wali siswa SMAN 20 Bandung. Kini GMPP menjangkau lebih banyak lagi masyarakat yang memerlukan bantuan advokasi nonlitigasi dan terhubung dengan Fortusis yang sedang menyiapkan citizen lawsuit terkait korban PPDB 2014.

Teriring doa semoga Allah senantiasa mengokohkan semangat perubahan ini agar bermuara pada pemenuhan hak pendidikan untuk semua anak Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s