Berani Jujur a la Generasi Pembelajar

Keberanian Syahna menjawab dengan jujur tentang ketidaktahuannya terkait pertanyaan Pak Heru, perwakilan orangtua siswa yang duduk di kursi belakang dalam Diskusi Panel Perdana yang digelar Gerakan Indonesia Pintar bertema Revolusi Karakter Bangsa Melalui Literasi Sejarah bagi Generasi Pembelajar sungguh mengagumkan. Ia mempersilakan pengurus Forum Anak Daerah Jawa Barat yang menemaninya hadir dan mencermati Pendaftaran Peserta Didik Baru 2015 di kota Bandung untuk pertanyaan “Apakah tanggapan mbak Syahna tentang sekolah miskin yang menjadi kebijakan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil?”

Syahna Rahmah Falihah adalah ketua terpilih Forum Anak Daerah Jawa Barat yang kami undang menjadi narasumber bersama Mendikbud RI, Prof. dr. H. Fasli Jalal, Ph.D, Prof. Dr. Soedijarto, Dr. Ratna Hapsari dan Hilmar Farid, Ph.D. Peserta didik kelas XI SMAN 1 Bandung ini putri dari teman sealmamater saya, Gunandar dan Ekasari. Ia bersama adiknya, Nabila sudah aktif di forum anak sejak masih duduk di sekolah dasar. Bu Sari, mama Syahna pernah mendapatkan penghargaan sebagai keluarga dengan pola asuh terbaik dari Gubernur Jawa Barat. Sementara itu, Pak Gunandar menjadi Direktur Perkumpulan KerLiP mulai 2015. Keluarga peduli pendidikan ini bergabung dengan KerLiP menggiatkan Gerakan Indonesia Pintar dalam upaya pemenuhan hak pendidikan anak di Indonesia, khususnya di kota Bandung.
Mereka hadir dalam diskusi bersama pengurus FAD Jabar lainnya.

Para Pembelajar yang Luar Biasa

image

Safa, peserta didik kelas XII SMAN 1 Margahayu Kabupaten Bandung menjawab bahwa ia mendukung kebijakan yang baik ini dalam arti Wali Kota Bandung mengeluarkan kebijakan khusus agar anak-anak dari keluarga tidak mampu dapat diterima di sekolah terdekat dengan menggunakan SKTM. Tapi kalau kebijakan tersebut berarti menyediakan sekolah khusus bagi warga miskin, menurut Safa diskriminatif dan ini melanggar hak anak.

image

Nabila, pelajar SMPN 7 kota Bandung kelas 9 menyampaikan keprihatinannya  terkait perlakuan salah dan diskriminatif bagi anak-anak yang memasuki sekolah dengan menggunakan SKTM. Tidak sedikit anak-anak yang memutuskan keluar dari sekolah karena perlakua diskriminatif tersebut. Menurut Nabila semua anak tanpa kecuali berhak menikmati belajar di Sekolah Ramah Anak.

image

Kita juga bisa menemukan mutiara kejujuran itu dalam testimoni yang ditulis Allisa pada kliping berita tentang acara tersebut.
image

Insya Allah masa depan kemanusiaan akan lebih indah, damai, makmur dan aman jika kita mampu menjaga kebeningan jiwa dan kejernihan pikir anak-anak bangsa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s