Hantu Sekolah Favorit

Orangtua/wali peserta didik kelas 6 dan 9 di kota Bandung kembaki harus mengalihkan perhatian bahkan pekerjaan rutin mereka untuk memperjuangkan keberlanjutan pendidikan anak-anak mereka. Kebijakan Wali Kota Bandung mengenai PPDB 2015 kembali menuai masalah. Tahun lalu masalah yang paling utama adalah keterbatasan waktu sosialisasi dan dukungan teknis. Saat ini permasalahannya justru lebih rumit. Satu hal yang pasti, semua pihak berusaha keras agar tak ada anak yang putus sekolah karena masalah ini.

Dihantui Kebanggaan

Integritas pemimpin terlihat dari keseharian dan caranya mengatasi masalah pribadi. Masyarakat takkan pernah lupa menelisik sampai jauh ke ruang pribadi sang pemimpin manakala rasa keadilan terusik. Permasalahan pendidikan kota Bandung masih dihantui batasan tentang sekolah favorit seperti SMAN 3. Kebanggaan yang lazim menyergap turun temurun. Saru dari beberapa hantu yang dinanti-nantikan. Tak ayal lagi berbagai cara dilakukan, bahkan jika perlu menembus batas.

Obrolan semalam di wa grup GMPP menunjukkan bahwa sebagai “ayah”, wali kota Bandung juga “berjuang” untuk memastikan putri sulungnya belajar di SMAN 3.

[08/07 22:01] Keluarga Peduli Pendidikan1: Saya hanya bisa tertawa melihat artikel ini dimana pak wali berkata bahwa tidak ada selolah favorit…saya ingat persis dan bahkan banyak saksinya.. Tahun lalu pak wali mendaftarkan anaknya di SMAN 3 dan SMAN 2 rupanya saat penutupan terlempar ke sma 2. Krn terlempar di sma 2 yg kurang favorit pak wali tidak jadi menyekolahkan anaknya di sma negeri akhirnya anaknya mengikuti mpls dibsma taruna bakti yg memang sudah diterima di sana. Saat itu puyra beliau mengikuti mpls selama 5 hari. Banyak saksinya silahkan di tanyakan pada anak anak di sma taruna bakti. Tp tiba tiba ada proses pergeseran yg alhamdulilah bisa menarik anak pak wali ke pilihan 1 apa yg terjadi ? Krn tertarik lagi masuk ke SMA 3 yg favorit Akhirnya SMA Taruna Bakti ditinggalkan walaupun sudah sekolah disana…. Katanya ga ada sekolah favorit pak tp kok di SMAN 2 tidak mau? …ini nyata terjadi tahun lalu

[08/07 22:12] Keluarga Peduli Pendidikan 1: Saya tahu persis pak krn akhirnya kursi anak pak wali di sma tarbak diisi oleh anak teman sy. Dan saat ditanya kenapa kenapa tidak diambil di SMAN 2 jawabannya …….. Maaf tidak mungkin saya buka di grup

[08/07 22:14] Keluarga Peduli Pendidikan 2: Itukan bukan fitnah ya bu? Bilih ada yg komentar dari disdik… Hehe yg suka bicara fitnah.. Fitnah… Hehe

[08/07 22:15] Keluarga Peduli Pendidikan 1: Bukan pak saksi nya masih ada dan banyak… Yaitu satu angkatan sma Tarbak….
[08/07 22:1] Keluarga Peduli Pendidikan 1: Bahkan guru dan kepseknya :D:)

Kalau sudah begini bagaimana menghapuskan hantu sekolah favorit untuk memulai revolusi karakter bangsa di pendidikan dan keluarga?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s