Belajar Berkolaborasi

Pengelolaan emosi menjadi faktor penentu keberhasilan kolaborasi. Pembelajaran kolaboratif sejak dini sangat penting dalam tumbuh kembang anak-anak kita. Pola komunikasi antara ayah dan bunda serta cara masing-masing mengelola emosi berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan anak untuk belajar berkolaborasi.

image

Anak-anak Sekolah Semi Palar asyik membuat rakit untuk arung jeram mereka

Kesiapan Sekolah

Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif di Indonesia sering direduksi hanya dalam konteks pendidikan anak usia dini. Pendidikan dalam arti memberikan stimulasi agar anak memiliki tingkat kesiapan sekolah. Upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan sosial dasar di posyandu sudah dipayungi dalam Peraturan Mendagri Nomor 19 tahun 2011, sedangkan PAUD HI diatur dalam Perpres 60 tahun 2013. Kebijakan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mengintegrasikan pengasuhan, perawatan, nutrisi, gizi, pemenuhan hak dan perlindungan anak sejak usia dini.

Tantangan terbesar adalah kesadaran menyediakan ragam model sosialisasi yang efektif untuk mendorong orangtua/wali mengambil hak prerogratif dalam PAUDHI ini. Pada gilirannya kelak, kesiapan sekolah anak juga dapat dideteksi dari kemampuan anak untuk belajar berkolaborasi. Manusia sebagai mahluk sosial membutuhkan kolaborasi denfan semua pihak. Belajar berkolaborasi sudah dimulai ketika anak terbiasa unjuk peduli diri, sesama dan semesta.
.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s