Sebait Puisi Keberuntungan

Garis putih itu masih disini
Ketika satu per satu
Melaju tanpa basa basi
Sesekali saling mendekat
Meski hanya untuk sesaat
Kembali menjauh dan terus berpacu
Berkelindan dalam ruang dan waktu
Kini semuanya menepi
membasuh debu yang kadung melekat

Wahai jiwa yang tenang
selamat datang
selamat berjuang
ampunan dan kasih-Nya sudah menanti

Alhamdulillah…tiba di rumah disambut pelukan hangat putri kecil kami yang tengah menonton film Captain America 2.
“Aa siapkan banyak film lho! “kata Zakky di ujung kaki Icha yang tidur di pangkuanku sambil memeluk hangat tubuhku. “Yaah, kok tadarusan film ya, “sergahku sambil mengelus rambut Icha. “Icha udah tadarus koq. Setiap abis sholah 1 halaman, “kata Icha dengan mata terpejam. “One day one page ya De? Bisa khatam akhir Ramadhan?”tanyaku. “1 juz per hari Insya Allah bisa khatam, “kata Zakky.
Zakky mengganti filmnya dengan film Gunman saat melihat Icha tertidur. Ia sempat menjelaskan thriller film tersebut. Aldis dan Mario sudah pamit pulang.

Beruntung

Bu…punten sateuacanna…toni enjing bade nyungken waktos deui..kieu bu toni teh.ieu masih kng…teuras..toni teh ieu aya saderek nawisan damel di pertamina tapi bagian elpigi bagian lapang.kaleresan nuju peryogi pisan,toni teh di haturan kanggo tes enjing…ieu mah bade nyobian heula we bu manawi toni aya rezekina…sareng kan ieu mah damelanna sanes nyupir deui…toni nyungkeun perhatosan waktosna…nya ieu mah bade ihktiar…we bu.tapi punten ieu mah sanes toni teu ceukap rezek ti ibu,rezekimah ti ibu alhamdulillah karaos pisan ku toni sareng kulawargi.ieu mah manawi toni aya milikna bu…punten pisan ieu mah bu sateu acanna…toni masihan kabarna mendadak pisan…teu raos saleresnamah ieu teh…tapi ieu ge saderek sami nembe wengi nawisan teh…

Pesan singkat yang sangat panjang ini membuatku terpaksa menerima tawaran Aldis. Kami sepakat berangkat ke Jakarta pukul 5 pagi dengan Mario sebagai sopir. Aldis berencana ke LPDP untuk mengurus beasiswa S2 nya, sedangkan Mario akan mengurus surat keterangan pengalaman kerjanya selama 3 tahun di Sucofindo untuk keperluan interview S2 di ITB besok pagi. Keduanya sahabat muda KerLiP lulusan terbaik Arsitek UPI Bandung yang membantu kami dalam kampanye dan penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana.

Sungguh beruntung bisa tumbuh bersama kawula muda yang hebat. Hari ini agendaku menuntaskan editing jilid 6 sebelum mengikuti pertemuan PPRA di Bappenas pukul 13.30 wib. Kami menembus embun pagi dan berhenti sejenak di KM 97 untuk membeli air mineral dalam kemasan. Setibanya di kantor, Mario dan Aldis dipinjami motor untuk mengurus keperluan mereka dan mampir mewakili KerLiP dalam kegiatan PRB API yang diselenggarakan HFI di  kantor BPPT.

Puisi pembuka tulisan ini adalah puisi perdana yang kutulis sambil menikmati perjalanan pulang menyusuri jalan tol Padaleunyi di belakang Mario dan Aldis. Kami pulang jelang magrib meninggalkan Fitry di kantor menuntaskan pekerjaannya dan menurunkan Zamzam di stasiun Sudirman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s