Setia Kawan

Ihfadz lisaanaka…jaga ilat anjeun. Nasehat ini kuperoleh dalam pengajian di Masjid Al Iman Dago Barat dalam materi Diyanah. Kalimat-kalimat nasehat yang tertanam dalam pikiranku karena selalu dibacakan berulang setiap malam tertentu. Pengajian anak-anak di masjid-masjid yang didirikan warga hampir di setiap gang lingkungan tempatku dibesarkan menjadi tempat bermain dan belajar yang menyenangkan. Rasanya tak ada satu anak pun yang tidak mengaji.

Suasananya asyik dan ramai. Aku sendiri selalu menantikan saat jelang magrib pergi ke masjid bersana teman-teman sebayaku. Tidak banyak materi yang kami pelajari, tapi karena suasananya asyik, hampir setiap hafalan doa, nasihat, ayat Alqur’an dan hadist betah bersemayam di hatiku.

Berjama’ah

Perasaan haru biru membuatku selalu tersedu menangis dalam setiap shalat berjama’ah yang dilaksanakan di Masjid Al Iman. Aku ingat semua nasihat guru mengaji saat ketahuan melakukan kesalahan. Beliau tak pernah mempermalukanku di depan teman-teman. Semoga Allah senantiasa memberikan berkah dan ampunan-Nya kepada semua guru yang membimbingku di waktu kecil.

Aku juga menangis karena masih berat menghapus rasa sakit karena perlakuan yang kuanggap salah yang dilakukan kedua orangtuaku. Ya Allah ampunilah kedua orangtuaku kasihilah mamah dan bapa sebagaimana mereka mengasihiku di waktu kecil. Mamah almarhumah mengandungku lebih dari 9 bulan di saat kami kekurangan. Menjelang aku dilahirkan  kakak perempuanku wafat karena avitaminosis di usianya yang masih sangat belia. Kabarnya aku lahir dengan berat lebih dari 4 kg dan panjang 57 cm. Masya Allah ya Kariim. Atas izin-Mu aku tumbuh pesat tanpa asupan gizi yang cukup dan selalu menjadi sasaran kekesalan mamah. Alhamdulillah aku ditakdirkan kuat dan tumbuh bongsor bahkan melebihi kedua kakak laki-lakiku.

Allah pula yang menganugerahkan laki-laki yang sangat hormat dan sayang pada ibunya. Suami dan ayah dari ketiga anak kami menjadi sumber belajar tiada henti dengan segala kemuliaan dan keterbatasannya. Pada awal pernikahan kami diwarnai dengan kegiatan-kegiatan dakwah mengajak teman-teman kami memasuki Islam dengan kaffah.

Kawan Lama

Ada masa ketika kami asyik dengan kegiatan masing-masing. Pada masa itu aku lebih mempercayakan kegelisahanku kepada teman-teman yang datang silih berganti. Pesan singkat yang terus datang tanpa diundang mengingatkanku akan pentingnya menjaga lisan kita. Setia kawan bukan berarti semua hal bisa disampaikan kepada teman akrab kita. Ada saja kemungkinan saat ucapan kita akan menjadi senjata untuk merendahkan kita.

Astaghfirullahal azhiim

Hamba mohon ampunan Mu ya Allah yang Maha Agung. Mohon tutup aib kami di dunia dan di akhirat. Jauhkan kami Ya Allah dari fitnah yang keji di dunia, di alam kubur dan di akhirat kelak.

Ya Ghoffaar
Ya Ghoffaar
YA Ghoffaar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s