Pendidikan Anak Merdeka

Semangat untuk memulai sekolah berprogram khas bukan dari titik nol membuat kami berkomitmen untuk mendidik anak agar berani gagal. Modal utama dari praktik-praktik baik dari tujuh sekolah berprogram khas baik sekolah berbasis keagamaan maupun sekolah yang diselenggarakan pemerintah dan madrasah kami kemas dalam Pendidikan Anak Merdeka.

Berani Gagal

Saat itu kami belum mengenal Kovenan Hak Anak, namun komitmen kami untuk melakukan aksi nyata dalam pemenuhan hak pendidikan semua anak menuntun kami untuk mengembangkan sekolah berprogram khas yang inklusif dan ramah anak. Siapapun anak dan bagaimana pun keadaannya selalu kami sambut ketika orangtua/wali mendaftarkan ananda sebagai peserta didik baru hanya dengan satu syarat, sudah berusia 6 tahun pada bulan Juli 2000.

Moto agar anak Berani Gagal mengundang hasrat orangtua dengan anak penyandang difable untuk memasukkan putra/putri mereka ke SD Hikmah Teladan. Hal ini terlihat dari 34 formulir yang masuk, alasan 28 orangtua memasukkan anak-anak ke sekolah yang kami dirikan karena tertarik dengan moto yang terpampang di spanduk yang terpasang di gerbang sekolah. Lebih dari 60% peserta didik baru SDHT berasal dari keluarga dengan mata pencaharian sebagai buruh pabrik dan tinggal di sekitar sekolah. 

image

Kekhasan sekolah dengan moto kontroversial ini hanya dapat dipertahankan selama tiga tahun pertama. Namun bagi saya tiga tahun merintis dan mengembangkan konsep Pendidikan Anak Merdeka berbasis sekolah merupakan pengalaman yang sangat berharga. Apalagi di tahun kedua sampai kelima ada 16 sekolah berprogram khas menggunakan jasa Tim Litbang KerLiP sekurang-kurangnya dalam merumuskan RIPP Rencana Induk Pengembangan Pendidikan.

Tumbuh Bersama

Motto yang kontroversial memerlukan dukungan lingkungan yang kondusif dan cepat tanggap terhadap perubahan kebutuhan peserta didik. Prinsip tumbuh bersama dalam pengelolaan keuangan dan SDM kami rumuskan dalam prospektus Perguruan Darul Hikmah. Ada 83 keluarga yang bergabung mendirikan Koperasi Syariah Darul Hikmah sebagai wahana untuk tumbuh bersama atas dasar kepercayaan dan semangat gotong royong demi kepentingan terbaik anak.

Kepala Sekolah dalam dampingan Pak Sandi leluasa menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah yang Inklusif dan Ramah Anak. Terobosan-terobosan Pak Aripin yang sering tak terduga menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit guru SAHATE yang berhasil menjadi penulis produktif dan memiliki kompetensi khas Pendidik anak Merdeka terinspirasi oleh Pak Aripin. Laporan keuangan yang dikelola terpisah dengan staf keuangan sebanyak 4 orang sangat membantu saya untuk mendapatkan analisa satuan biaya pendidikan anak merdeka.  Kajian sederhana ini menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan Bantuan Operasional Sekolah oleh pemerintah melalui kemitraan khas KerLiP dengan Pak Fasli Jalal saat itu sebagai ketua pelaksana harian Forum Koordinasi Nasional Pendidikan Untuk Semua.

Upaya kampanye dan advokasi yang dilaksanakan secara terpisah atas nama Perkumpulan KerLiP tumbuh bersama kematangan konsep Pendidikan Anak Merdeka di SD Hikmah Teladan. Saya sangat beruntung karena mendapatkan kesempatan tumbuh bersama Tim Litbang KerLiP yang memiliki kekhasan masing-masing. Hingga kini, Litbang KerLiP yerus menumbuhkan badan otonom baru sesuai dengan minat, bakat dan kompetensi setiap sahabat KerLiP. Ada SMile, Green SMile Inc., GERASHIAGA Institut, Sekolah Mentor Muda, Ibu Institut, SAnDi KerLiP, Rumah KerLiP, dst.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s