Sambungan Part #2 dari Ama #MYAF #10

Daripada bengong nungguin bapak ATR 1 yang g datang2 mending killing time -nya sambil nulis. Biar g ada waktu terbuang percuma, kalo kata Ntie…

Setelah puas n cape loncat2, qta lanjutkan perjalanan ke museum kata nya Andrea Hirata yg letaknya g terlalu jauh dari SD Laskar Pelangi. Perjalanan ke sana paling hanya 10 menitan, kl naek mobil. Sampe di museum, udah banyak bis atau mbl yg parkir. Cukup penuh nih kayanya. Di depan museum qta disambut dengan gerbang batu yang cukup unik n eye catching banget.
Kayanya semua orang yg berkunjung ke museum ini pasti memanfaatkan spot cantik ini utk berfoto. Abis cantik n keren banget…… Ni….kalo g percaya. Cantik banget kan?????

image

Cantiiiikkkk dan kerennnn kan…?

Pak Budi kemudian mengajak qta berempat utk masuk ke museum sambil tak lupa menunjukan spot2 cantik utk qta bergaya. Inong lgs teriak pgn beli kaos begitu liat ada kaos unik dipajang di salah satu sudut ruangan. Tapi apa daya kaosnya tinggal ukuran S…..sementara ukuran qta semua minimal L. Hmmm….mari qta jadikan ini sbg motivasi utk menguruskan badan. Lets work out….. hmm tapi g janji ya 😛.

Pas lagi asik foto2, aku liat sosok yg ckp familiar lengkap dengan ciri khas topi baretnya. N kucolek pak Budi n aku tanya, pak itu Andrea Hirata?? N pak budi agak terkejut dg colekanku tp trus dia bilang, “wah, betul bu. Ayo qta kesana!” Langsung kutarik Inong, Eby n Ntie utk mendekati sang penulis fenomenal. N dg pede pak Budi mencolek Andrea Hirata (AH) yg sedang asik menerangkan sesuatu ke sekelompok pemuda sambil bilang, “Bang boleh foto sebentar. ” N dg ramah n penuh senyum AH mengiyakan dan kami berempat lgs mengambil posisi terbaik utk berfoto bersama sang idola dan dilanjutkan foto berdua2. 

Kami pun mengobrol dg sang idola n bgt tau kl kami alumni ITB (plus Unpad….hihihi takut Eby marah kl g disebut), dia makin bersemangat mengajak mengobrol n sekaligus mengajak kami berkeliling Museum Kata sambil menerangkan konsep apa itu Museum Kata. Dan tyt ckp banyak tempat2 baru di Museum Kata ini kl dibandingkan dg kunjunganku sblmnya. AH pun dg semangat menceritakan konsep Museum Kata ini. Di Indonesia sampai saat ini hanya ada 1 Museum Kata dan itu adanya di daerah terpencil ini. Dia pun menjelaskan konsep Museum Kata yg sptnya blum dipahami oleh sebagian besar masyarakat Indonesia krn dari kenyataan yg ada, museum ini hanya dijadikan spot2 utk foto (hihihi tmsk aku….. 🙈. Abis spot2 nya lucu2 banget utk dijadiin background foto2 :)).  Dia pun menantang kami sbg alumni ITB utk menyumbangkan ide. “Museum g terima sumbangan dana, krn dari royalti buku saya masih cukup, “kata AH (wuih…..berapa ya royalti nya??? Kepo ya….). “tapi yg dibutuhkan sumbangan ide2.” 

Stlh puas ngobrol dg sang penulis kami pun melanjutkan foto2 di spot2 museum yg cantik2 banget. Ckp banyak spot2 baru di museum dibandingkan waktu kunjunganku bulan November tahun lalu.

image

image

Ini beberapa spot museum versi Ama

image

image

image

image

image

Puas mengambil pose di setiap sudut museum, kami lanjutkan perjalanan menuju tempat yg kami tunggu2 karena perut sudah keroncongan minta diisi. Resto Vega yg terkenal menjadi tujuan kami dan kembali pak budi sudah buking tempat utk kami. Dan beruntung, kami mendapat tempat di sisi danau shg sambil makan kami bisa menikmati pemandangan yg memanjakan mata kami. Kamipun lgs memesan gangan (makanan khas belitung), udang bakar, bihun seafood dan tumis kangkung belacan. Kamipun makan dengan lahapnya dan sls makan kami tdk menyia2kan tempat yg indah ini shg kami pun langsung berpose untuk mendapatkan hasil gambar terbaik di spot2 indah di tempat ini. Tak lupa kami laksanakan ibadah shalat sblm kami lanjutkan perjalanan ke tempat berikutnya.

image

image

image

image

image

image

Target tujuan kami berikutnya adalah pantai serdang. Yaaaa….pantai ini tdk tll bagus kalo menurutku. Kata anak2 skr sih….so so lah. Hehe. Tapi tetep utk kenang2an kami tetap mengabadikan diri di lokasi ini.

image

image

Kami tdk terlalu lama di pantai ini, dan kami lgs meluncur ke pantai tanjung tinggi yang fenomenal. Di tengah perjalanan pak Budi menelpon rumah makan Tempo Dulu untuk memesan tempat bagi kami.
Setelah menempuh perjalanan sktr 1 jam, tibalah kami di pantai tanjung tinggi. Begitu sampai di pantai ini, mata kami begitu dimanjakan oleh hamparan laut nan jernih serta batu2 besar yg berserakan. Subhanallah….berkali2 kata ini terucap dari mulut Inong, Ntie n Rby, begitu juga dari mulutku meskipun aku sudah pernah melihat sblmnya. Dan spt biasa, pak Budi mengajak kami menuju spot2 yg indah serta tak lupa memberikan arahan gaya yang harus qta lakukan dan tak lupa mengabadikan kami. Cukup banyak pose2 foto kami diantara maupun di atas batu2 besar. Tak lupa foto loncat andalan kami pun kami lakukan di atas batu besar. Nekad ya…..

image

image

image

image

Tak terasa matahari sudah hampir tenggelam dan kamipun bergegas masuk mobil utk menuju lokasi favorif utk melihat sunset yaitu pantai bukit berau. Namun apa mau dikata, perjuangan kami menuruni 96 anak tangga menuju pantai bukig berau tdk diimbangi dgn pemandangan sunset karena awan dengan jailnya berhasil sukses menutupi sang matahari yg sedang menuju peraduannya. Kami pun sdkt kecewa tapi walau kecewa kami tetap eksis mengabadikan diri di pantai ini.

image

Setelah puas berfoto2 kami pun menuju tempat makan malam yaitu dumah makan Timpo Duluk. Walau perut masih kenyang tp krn kami malas keluar lagi utk makan, kami pun memaksakan diri utk tetap makan malam. Dan tyt layout RM ini memang cukup unik dan menarik. Beruntung pak Budi sudah buking tempat utk kami krn kami mendengar bbrp kali sang kasir menolak tamu yg mau makan di tempat ini tp blum buking. Krn perut masih kenyang kami pun hanya menyantap lauk tanpa nasi. Padahal menu istimewa dan khas di tempat ini adalah nasi dulang. Krn penasaran spt apa nasi Fulang, kami pun buking kembali tempat ini utk makan malam besok hari dan itupun hanya bisa jam 6 sore. Liwat dari itu ga bisa krn udah full booked. Laris manis banget ini tempat….

image

image

Oh ya kl ke tempat ini, jgn lupa makan sarikayanya….enak banget…..endang bambang kalo kata jengnini, salah satu anggota koplakers di kantor. Sls makan kami lgs ke Green Tropical Hotel. Hotelnya cantik….semua bernuansa kayu n banyak open space n pohon2. Jadi g sumpek. Kami buking tipe family yg terdiri dari 2 kamar. Stlh mandi n shalat, qta kumpul di ruang tengah sambil ngobrol2. Ga abis2 bahan obrolan n kalo ga inget waktu n aktivitas besok, rasanya pengen ngobrol n ketawa-ketiwi sampe pagi deh.  Jadi inget waktu sma kelas 1 qta pernah buka n sahur bersama dgn temen2 sekelas 1D2 di rumah Awang n semaleman ngobrol sampe ditegor sama tetangga sebelah rumah sangking berisiknya. Parrrraaaaaah ya….. hmmm indahnya masa2 SMA ☺ (nulis sambil nunggu siaran langsung final Liga Champion Barca vs Juve)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s