Gerakan Peduli Pendidikan

Obrolan di grup GMPP Indonesia makin hangat dengan masuknya banyak kasus yang diduga penyimpangan. Era baru munculnya keluarga-keluarga peduli pendidikan yang berano berkata benar dan tak kenal lelah memperjuangkan hak pendidikan anak terutama dari keluarga yang tidak mampu.

Kita simak obrolannya disini ya:

[29/06 16:52] Pak Hary GmPP: Berita bahwa jalur afirmasi utk “beberapa SMKN” diminta uang yg jumlahnya fantastis bukan isapan jempol, sy menerima beberapa pengaduan secara langsung. Tdk ada indikasi dr mereka utk mendiskreditkan sekolah, justru mereka skrg lg mencoba mencari pinjaman dr sana sini agar anaknya tdk terdegradasi, ancaman itu dilontarkan oleh beberapa guru yg mereka temui.

[29/06 18:30] Pak Hary GmPP: Kembali ke masalah jalur afirmasi, yg tadi dan besok daftar ulang diminta utk membayar sejumlah uang rata2 berkisar 7-9 jt/siswa dan mereka diundang utk membahas pada rapat tgl 1
[29/06 18:32] Pak Hary GmPP: Sepertinya ini masala yg sangat serius ketika jalur bagi yg tdk mampu tetap diminta utk membiayai pendidikannya
[29/06 18:32] Gmpp Dahrina: Masalah seragam jg tetap dibebankan kpd calon siswa jalir afirmasi di SMAN 20 sebesar 1,5 jt.
[29/06 18:35] Gmpp Dahrina: Jadi bingung, apakah sklh itu pura2x tdk tau dgn apa yg tjd skrg ? Begitu semaraknya berita di media, yg membahas ttng SPP, DSP dan baju seragam, tp tetap saja mrk membuat kebijakan sendiri.
[29/06 22:33] GMPP Rita: Assalamualaikum. Ibu Bapa GMPP, sebaiknya cek byself, langsung ketemu para KS yang dimaksud, jangan dari katanya…..(orangtua). Maaf…., karena, melalui rapat kordinasi resmi, yang kami pimpin, tidak ada instruksi atau bimbingan ke arah yang dimaksud oleh Bapa Ibu dari GMPP.
[29/06 22:40] Bu Sari KerLiP Bandung: Malam bu Rita… Dari pada tidak ada titik temu dan kejelasan bagaimana kalau bapak ibu gmpp mempertemukan   Ibu Rita dgn org tua siswa…. Shg tidak ada sangkaan2 lagi… Jadi ibu juga ada masukan tidak hanya dari KS ybs….
[29/06 22:42] GMPP Rusdoyo: Sebaiknya duduk bersama antara orang tua yg melaporkan, GMPP yg menerima laporan, Kepala sekolah/staf sekolah yang dilaporkan, komite sekolah dan bu Rita sebagai wakil dari dinas. Jangan berbalas pantun terus di grup ini…..

[29/06 23:10] GMPP Rita: Kepala Sekolah mana Bu Sari. sebutkan namanya, dan kapan kejadiannya, ada bukti nya. Bu?
[29/06 23:11] Bu Sari KerLiP Bandung: He he bu…. Salah alamat nanya ke saya…..
[29/06 23:12] GMPP Rita: Kepada semua saja Bu. Pa. Kita perlu bukti2 yang Ibu Bapa katakan. Nanti menjadi fitnah…..
[29/06 23:14] Ppdb Tika Sandi: Bukti yg di mksd hrs selalu tertulis atw rekaman?
[29/06 23:15] Bu Sari KerLiP Bandung: Tenang bu rita… Ini kan masih berjalan inshaallah bapak dan ibu gmpp tidak asal bicara bu.  Sy tahu persis karena pada dasarnya terbentuknya gmpp ini tahun lalu krn kami kami merasakan sendiri berbagai hal yg menyimpang pada tahun ajaran lalu….
[29/06 23:16] Ppdb Tika Sandi: Yup betul bu sari,pasti segala sesuatunya bisa dipertanggungjawabkan
[29/06 23:18] Bu Sari KerLiP Bandung: Mdh mdhan semua akan jelas tidak ada fitnah… Skr biarlah berjalan dulu bu Rita …   Tp kalau arsip tahun lalu sy yakin bu dahrina ada file nya barangkali ibu inginkan sbg bahan acuan

[29/06 23:39] Ppdb Tika Sandi: Jgn ujung2nya ortu sm anak yg disalahin
[29/06 23:41] Ppdb Tika Sandi: Kita sih sbg ortu “hanya bertanya,memohon kejelasan klo mmg sesuai dgn aturan mainnya sih rasanya ortu jg g akn kesana kemari cari2 penjelasan”

image

Pak Iwan semangat menyampaikan gerakan guru dan masyarakat peduli pendidikan dalam Rapat Koordinasi dengan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan hari Senin, 29 Juni 2015 di Jakarta.  Perwakilan guru, keluarga dan masyarakat Bandung hampir mendominasi semua meja yang diaediakan. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan mendengarkan, menyimak, dan menanggapi dengan sungguh-sungguh praktik-praktik baik yang sudah dihasilkan oleh IGTKI, IGI, FGII, ISPI, Pergunu, Asosiasi dan Perkumpulan KerLiP.

image

Mendikbud menyempatkan hadir memberikan sambutan dan arahan setelah mendengarkan beberapa masukan. Paradigma baru bahwa pendidikan adalah gerakan bukan program mendapatkan momentumnya dalam kegiatan ini.

image

[30/06 04:25] yanti kerlip: Visi Kemendikbud 2019:
“Terbentuknya Insan serta Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan yang Berkarakter dengan Berlandaskan Gotong Royong”

Tujuh elemen ekosistem pendidikan tersebut adalah:

1.         Sekolah yang kondusif

Suasana kondusif di sekolah sangat diperlukan dalam membuat sekolah yang efektif.Sekolah adalah suatu tempat yang di dalamnya terjadi hubungan saling ketergantungan antara manusia dengan lingkungannya.Sekolah yang kondusif menjadinya sebagai tempat yang menyenangkan bagi manusia yang berinteraksi di dalamnya, baik siswa, guru, tenaga pendidik, orang tua siswa dan pelaku lainnya.Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai juga menjadi factor pendukung. Faktor pendukung lain yang penting adalah Kepala Sekolah yang memimpinpara pelaku menghadapi dan menyelesaikan masalah.

2.         Guru sebagai penyemangat

Guru yang baik adalah guru yang mempunyai empat kompetensi yang mumpuni yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan berkepribadian.Selain itu seorang guru juga harus punya naluri yang sensitif atau peka terhadap kemampuan dan perkembangan siswanya. Sensitif terhadap kebutuhan siswa sertamampu memberikan semangat kepada siswa untuk aktif, kreatif, inovatif, dan sportif dalam mengikuti proses belajar mengajar.

3.         Orangtua yang terlibat aktif

Orang tua berperan sejak awal sebagai pendidik bagi anak-anaknya dan terus berlanjut meskipun mereka sudah masuk sekolah. Keluarga sebagai lembaga pendidikan memiliki beberapa fungsi seperti: membentuk kepribadian anak, melaksanakan pedidikan anak di rumah dan mendukung pendidikan di sekolah. Pemerintah memang memiliki tanggung jawab untuk menyelenggarakan pendidikan secara baik bagi seluruh anak Indonesia.Orang tua memiliki hak dan kewajiban dalam memilih satuan pendidikan, memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya, serta memberi masukan kepada sekolah. Orang tua yang terlibat aktif dalam penyelanggaraan pendidikan di sekolah akan menjadikan pendidikan menjadi lebih efektif.

4.         Masyarakat yang sangatpeduli

Penyelenggaraan pendidikan membutuhkan partisipasi dan kepedulian masyarakat.Salah satu alasannya adalah keterbatasan sumber daya Pemerintah.Partisipasi dan kepedulian masyarakat itu dapat berupa menyelenggaraan satuan pendidikan sendiri atau mendukung satuan pendidikan milik Pemerintah.Masyarakat yang menyelenggarakan satuan pendidikan sendiri harus berupaya sebaik-baiknya dan tetap mematuhi semua pedoman, aturan dan kurikulum yang ditetapkan Pemerintah.Sedangkan partisipasi masyarakat dalam satuan pendidikan yang diselenggarakan Pemerintah dapat berupa materi, tenaga dan pikiran. Masyarakat kini bisa memiliki peran serta dalam pembahasan masalah pendidikan baik akademis maupun non akademis, dan dalam proses pengambilan keputusan dalam Rencana Pengembangan Sekolah.

5.         Industri yang berperan penting

Di negara-negara maju, peran industri ditunjukkan secara nyata berupa kerjasama program, dukungan finansial untuk penelitian dan beasiswa.Bahkan di beberapa negara peran industri menjadi kewajiban sesuai undang-undang yang mengaturnya.Pengalaman Negara-negara tersebut dapat menjadi pelajaran bagi penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.Selain dukungan finansial, peran industriyang penting adalah dalam memecahkan permasalahan peralihan dari dunia pendidikan ke dunia kerja.Dunia industri bisa berfungsi sebagai tempat praktik, magang kerja, belajar manajemen industri dan wawasan dunia kerja bagi siswa.Kerjasama sekolah dan industri harus dibangun berdasarkan kemauan dan saling membutuhkan. Pihak dunia kerja dan industri seharusnya menyadari bahwa pihak industri tidak akan mendapatkan tenaga kerja siap pakai yang mereka perlukan sesuai kualifikasi yang diharapkan, tanpa membangun program pendidikan bersama.

6.         Organisasi profesi yang berkontribusi besar

Organisasi profesi diharapkan bisa meningkatkan peran dalam penyelenggaraan pendidikan.Organisasi profesi dapat memberi masukan bahkan menentukan arah kebijakan pendidikan. Pemerintah sudah seharusnya bekerja sama lebih erat dengan organisasi profesi, melalui berbagai jalur komunikasi dan aspirasi. Interaksi yang baik akan menguntungkan kedua belah pihak, sekaligus mempercepat kemajuan pembangunan di bidang pendidikan.

7.         Pemerintah yang berperan optimal

Berdasarkan hasil amandemen UUD 1945 ke IV (empat) tahun 2002 yaitu tentang pendidikan maka bentuk dukungan pemerintah diantaranya telah dituangkan dalam pasal 31 ayat 1, 2, 3, 4, 5. Khusus untuk dukungan pendanaan secara eksplisit dituangkan pada pasal 31 ayat 4 yang berbunyi “Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang kurangnya 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan nasional”.

Pemerintah memegang peranan penting dalam peningkatan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan serta daya saing anak-anak Indonesia, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP), pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada semua jenjang pendidikan serta pemberian beasiswa miskin melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) sehingga keterjangkauan dan jaminan untuk memperoleh layanan pendidikan dasar dan menengah dapat terpenuhi. Selain itu pemerintah juga harus menjamin ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional di seluruh jenjang pendidikan dan seluruh satuan pendidikan, serta mengurangi kesenjangan akses dan kualitas antar propinsi, kabupaten dan kota serta daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Pemerintah daerah pun dituntut untuk berperan lebih daripada waktu sebelumnya. Sebagian cukup besar penggunaan dana pendidikan dari APBN berada dibawah kontrol Pemerintah Daerah.  Pemanfaatan dana pendidikan yang berasal dari APBN dan APBD dapat diupayakan semakin terkoordinasi, antara lain dengan mengkaitkan alokasi dana Pemerintah dihubungkan dengan seberapa besar alokasi APBD daerah bersangkutan.

Advertisements

Coretan Aas tentang Bahaya Pernikahan Dini

Pagi ini ditandai postingan dari salah satu pakar dan penggerak juga pemerhati hak anak terutama dalam pendidikan, juga beliau adalah Ibu saya (dalam berbagi ilmu) sebut saja beliau Yanti Kerlip itulah nama populernya.

Beliau mengutip tentang responsibility, yaitu terdiri dari respon dan ability. Dalam masa Semester Pendek tahun ini, saya mengambil mata kuliah keluarga berencana, perkuliahan telah di mulai minggu lalu. Pembahasan awal saat itu adalah terkait UU Perkawinan yaitu untuk perempuan batasannya adalah usia 16 tahun, ada yang berasumsi bahwa mungkin usia pernikahan di turunkan karena untuk menekan angka pernikahan dini yang tidak melanggar aturan Negara, kami mendiskusikan hal ini dikaitkan dengan kesiapan sistem reproduksi perempuan.

Kalau mengikuti dasar kesehatan sudah sangat jelas bahwa jika menikah dan kemudian hamil ketika usia dibawah 20 tahun akan sangat berisiko. Masalahnya adalah bukan hanya terhadap kesehatan saja tentunya, hal-hal lain seperti pendidikan ibu yang terhenti atau tidak melanjutkan sekolah, perceraian, tidak optimal dalam pengasuhan anak, bahkan akan berujung kepada kemiskinan dan ini akan berpengaruh besar terhadap rendahnya terciptanya keluarga berkualitas.

Dalam forum melalui milist yang diterima hari ini membahas tentang perjuangan para aktivis peduli anak Indonesia, berbagi informasi terkait menolaknya MA dalam permohonan perubahan UU Perkawinan, karena meunurutnya taka da jaminan meski usia perkawinan di tingkatkan menjadi 18 tahun dapat menanggulangi permasalahan kesehatan dan sosial lainnya.

Hal ini sangat membuat saya pribadi prihatin, jikalau seperti ini lantas siapa yang akan bertanggung jawab untuk bisa bersama-sama mewujudkan generasi masa depan lebih baik, sehat, berpendidikan dan menghasilkan generasi berikutnya yang tentunya lebih baik.

Dosen saya menceritakan saat ia beberapa puluh tahun lalu ketika ia mengambil raport sekolah menengah pertama anaknya, ketika guru tersebut memberikan raport kepada orang tua masing-masing guru tersebut memberikan saran yang sangat panjang salah satunya adalah “Selamat ya bu anak ibu sangat pandai dan tekun, sudah menyelesaikan pendidikan menengah, jangan lupa ya bu saya titip anaknya masukkan ke sekolah menengah tingkat atas”. Namun ketika dosen saya menerima raport anaknya gurunya hanya bilang “selamat ya bu anak ibu mendapatkan nilai terbaik hasil ujiannya”, dosen saya komplain “lho kenapa saya tidak diberikan wejangan yang panjang seperti ibu-ibu lainnya”. Ibu guru tersebut menjelaskan bahwa “di daerah tersebut anak keluar sekolah menengah pertama banyak yang dinikahkan muda, oleh karena itu saya perlu memotivasi orang tuanya untuk dapat menyekolahkan anaknya ke tingkat selanjutnya”.

Ini sangat membuat saya trenyuh dan terinspirasi, perjuangan agar pernikahan dini tidak marak terjadi adalah bukan hanya tugas daripada para aktivis peduli anak, bukan pula hanya orang kesehatan yang memahami tentang struktur dan fungsi kematangan reproduksi perempuan tapi guru yang selalu mendampingi anak di sekolah pun dapat melakukannya.

Tentunya ini bukan hanya tugas guru, banyak pihak yang dapat melakukan hal yang sama yang dilakukan oleh ibu guru hebat di sekolah anaknya dosen saya tadi. Misalnya pihak KUA, tokoh agama dan lainnya. Karena menikah itu bukan hanya berhubungan biologis saja tapi hal-hal lain yang harus dihadapi di masa depan. Maka dari itu siapapun dapat berperan dalam menekan tingginya pernikahan usia di bawah 20 tahun.

Berlibur Bersama Sahabat Ke Belitung

Words are easy, like the wind; Faithful friends are hard to find.
William Shakespeare

Akhir pekan ini terasa melelahkan dengan insiden akibat spontanitas yang tak perlu. Syukurlah catatan Rahma masuk melalui wa. Sempat tertunda sampai kembalk menemukan quotes Shakespeare dan menyadari arti penting sahabat.

Mari kita simak catatannya.

60 jam berkesan
Part 3

Hari ini hari kedua aku di belitung dg sahabat sma ku. Setelah shalat subuh aku kembali tidur smtr eby n ntie di kamar sebelah udah asyik ngobrol. Sesuai kesepakatan, aku mandi akan nunggu inong mandi dulu. Agenda hari ini adalah agenda puncak yg ditunggu2 yaitu menjelajah pulau, berenang di laut, snorkling n makan siang di pulau.
Disepakati hari ini qta akan pake kostum yg sama yaitu kaos klas A12 yg kebeneran warnanya cukup gonjreng…..pas kl dipake melaut. Makasih Shasha udah buatin kaos seragam buat qta semua. Qta g mau kalah sama rombongan lain yg juga berseragam :).
Jam 7 pagi qta berempat udah siap n bawa gembolan masing2 yg isinya baju ganti krn qta akan basah2an. G lupa qta semua pake sunblock punya inong. Qta janjian dg pak budi jam 8 jadi qta bisa sarapan dulu dg santai. Jam 8.15 pak budi sampe di hotel n qta lgs brkt ke pos pemberangkatan di tanjung kelayan. Waktu perjalanan dr hotel  ke tanjung kelayan sekitar 30 menit.
Sampe di tanjung kelayan, qta foto2 di salah satu landmark belitung yaitu baliho tinggi dengan tulisan “WELCOME TO BELITUNG” n g lupa pak budi sang pengatur gaya meminta qta berempat  gaya loncat. Tumben kali ini sekali jepret lgs dapet.

image

image

Siap-siap explore pulau di Belitung

image

image

Puas foto di landmark qta langsung menuju warung tempat pak budi pesen makan n sewa alat snorkling. Qta berempat langsung heboh nyobain live vest yg paling fit sama ukuran tubuh qta masing2. G sabar rasanya pgn cepet
nyemplung ke air utk liat ikan warna warni berenang. Oh ya di perjalanan pak budi ngingetin qta utk beli biskuit utk narik ikan mendekat. Tyt biskuitnya enak….jadi pantes aja ikan doyan wong qta aja doyan. Hehehe.
Abis semua persiapan beres lgs qta lari ke perahu. Inong yg blum pernah snorkling sukses ngerayu pak budi utk ikut nemenin qta melaut n punya tgs khusus jagain inong nyemplung nanti.

Akhirnya kapal brkt n tujuan pertama qta pulau burung. Tp qta g turun n emang g ada juga yg turun koq.hehe. jadi perahu hanya ndeket ke arah pulau n qta foto2 dg latar belakang batu bertumpuk yg kl diliat dr jauh berbentuk burung. Berkali2 ucapan kekaguman…subnallah….terlontar dari mulut qta berempat karena emang view nya keren abiiiiisss. Laut nyaa jernih bangeet….view nya bagus banget n awannya biru banget. Perfect combination….
Puas foto2 dg background pulau burung, perjalanan lanjut ke pulau pasir. Pulau ini g terlalu besar n kl laut pasang pulau ini akan tenggelam. N tipikal pulau2 di belitung, tetap dg tumpukan batu2 besarnya. Qta pun lgs ambil gaya foto2 di batu n juga di lautnya yg beninv banget. Ga lupa foto dengan bintang laut (masih idup lho bintang lautnya). Kerreeeeen banget….. oh ya di pulau pasir qta ketemu dg rombongan lain n pemandu rombongan itu heran koq tumben pak budi ikut turun. Sidik punya sidik tyt pak budi amat sangat jarang banget sekali nemenin tamunya turun kec kalo tamunya itu dianggap istimewa. Aciiiiikkk…..berarti dua kali aku ‘diasuh’ pak budi di belitung, dua kali aku dianggap istimewa krn pak budi dua2nya sll nemenin aku melaut. Makasih pak budi…..
Puas menikmati kekerenan pulau pasir qta lgs menuju spot utk snorkling di dkt pulau lengkuas.

image

Ada pengalaman berharga waktu qta otw ke pulau lengkuas. Para nahkoda perahu tyt msh punya jiwa gotong royong yg kuat. Terbukti waktu ada kapal yg mogok mereka tanpa sungkan n pamrih langsung narik kapal yg mogok ke daratan yg terdekat. Sifat ini kayanya udah mulai luntur di kehidupan kaum urban ya #sedih#
Sampai di spot snorkling….ga sabar rasanya pgn cepet2 nyemplung ke laut yg biru n bersih banget. Byuuuur aku lgs nyemplung n mulai nyari ikan2 yg lg pada berenang. G lama qta berempat, eh berlima dg pak budi, udah ada di laut semua. Tp tyt kaki ntie kram jd dia lgs naik n g sempet liat ikan2 berenang. Akhirnya ntie jd juru foto n pengirim umpan utk ke aku, inong n eby supaya qta dideketin sama ikan.
Subhanallah….keeerrreeen banget n asyik banget liat ikan ngerubutin kita. Baru snorkling aja aku udah takjub ngeliat alam bawah laut apalagi kl bisa diving ya…. hhhmmmm…pgn juga belajar diving ya.
G lama eby naik ke atas juga jadi tinggal aku n inong yg g mau jauh2 dari pak budi yg masih melaut. Aku terus berenang kesana kemari sambil sekali2 ngasi makan ikan.
Setelah puas aku naik ke atas trus inong naik juga. N pas inong naik ke perahu dia kepleset n untung kepalanya g kena perahu. Kayanya inong kecapean berenang jadi kepalanya agak pusing. Untungnya g ada luka di badan inong akibat tragedi jatoh tadi.

image

image

image

image

Sayang krn inong sakit….niat untuk naik ke mercu suar batal dech. Kunjungan berikutnya ke pulau lengkuas wajib n kudu naek ke mercusuar untuk ngeliat pemandangan cantik pulau2 di belitung dari ketinggian di atas seratus meter (bdskn cerita temen2 yg bisa naek ke atas mercusuar)

Puas snorkling qta ke pulau lengkuas. Tyt penuuuuh banget di sini. Buah kelapa yg biasanya banyak udah abis. Tp pak budi bisa ngerayu abang penjual utk petikin kelapa lgs dr pohon dg alasan utk inong yg pusing. Muka inong emang agak pucet. Abis minum sdkt air kelapa, teh anget plus dipijet kepalanya sama pak budi, inong udah segeran. Hmmmm….pak.budi emang multi tasking dech.
Langsung trus qta menjelajahi pulau n foto2 di berbagai sudut n ketinggian bebatuan. Dengan berbagai macam pose n berbagai angle pengambilan foto berdasarkan arahan pak budi sebagai sang pengarah gaya.
G kerasa…tiba2 perut mulai keroncongan. Cacing2 di perut mulai beraksi…tanda minta diisi. Qtapun lgs ke pulau kepayang utk menikmati makan siang yg udah diarrange sama pak budi. Hanya butuh waktu 15 menitan qta sampe di pulau kelayang. Qta pun lgs memburu makanan qta. Dg harga 75 ribu per orang qta udah dpt teh n kopi sekenyangnya, plus gangan, udang bakar, ikan bakar, cumi bakar, tumis kangkung belacan n nasi. Tumis kangkungnya enak banget jadi qta nambah dech. Hihi RW 06 ya qta….tp gpp lah…maklum kan cape abis berenang n snorkling #ngeles.com#
Abis makan qta masih nyempatin diri utk berenang (lagi) n juga foto2 (lagi). Hahaha banci kamera banget qta ya….
Akhirnya sampe waktunya qta hrs balik ke darat dech. Huhuhu rasanya g pengen dech ninggalin pulau2 cantik ini. Setelah berperahu sktr 30 – 45 menit qta sampe di darat. N pas turun ada sedikit tragedi….tas pak budi yg dibawa sama asisten nahkoda kena air laut….n akibatnya 2 hp pak budi lgs mati….:'(
Qta berempat trus basuh2 n bilas2, ganti baju kering n g lupa shalat. G berasa pas liat tangan qta….belang 😅😅😅
N kembali ada tragedi lagi pas pembayaran biaya melaut kita hari ini. Qta dianggap ngilangin 1 google buat snorkling yg tyt terlempar ke laut gara2 angin besar. Yaaaa….apa boleh buat, walau ini bkn kesalahan kami krn plastik tempat google dipegang asisten nahkoda, akhirnya qta bayar biaya penggantian. Sblmnya sempet tjd sedikit adu mulut antara pak budi dg ibu2 tempat qta sewa alat itu. Suasanapun jadi sdkt tidak enak gara2 kejadian tadi :'(:'(:'(:'(

Qta pun akhirnya memutuskn pulang ke hotel utk istirahat n janjian jam 19.30 akan dijemput lg sm pak budi untuk makan malam.

image

image

image

Pulau Kepayang