Anugerah dari Laskar Pelangi #MYAF #2

Alhamdulillah…pesawat yang membawa kami mendarat dengan mulus di bandara H. AS. Hanandjoedin. Pesawat dipenuhi rombongan berseragam. Ada yang biru muda bertuliskan Belitong, merah, dan abu-abu. Libur Hari Raya Waisyak yang jatuh pada tanggal 2 Juni hari Selasa dimanfaatkan banyak komunitas, termasuk kami empat sekawan MYAF.

image

Pak Budi, kenalan Ama, sudah siap membawa kami ke Tanjung Tinggi. Sepanjang perjalanan kami berempat tak henti memuji jalan-jalan mulus di Belitong.

image

Mie Atep

Bis berjejer didepan warung mie yang menjadi tujuan pertama wisatawan Belitong. Tangan-tangan ibu penjual mie atep terlihat lincah membagi tauge lalu mie kuning diatas piring. Semua bangku terisi penuh. Kami pun menunggu antrian.

image

“Gula merah jahenya pas,” kata Pak Budi. “Cita rasa manisnya dari udang, ya, Pak?” tanya Feby. ” kuahnya kayak lo mie ya, ” imbuh Inong.
Kami bersahut-sahutan mengomentari mie Belitong Atep yang terkenal. Muka-muka orang terkenal terpampang di  dinding. Ibu pemilik warung bersama para pembantunya sibuk menyiapkan makanan pesanan pelanggan.

Museum Kata

image

“Kami sudah 3 kali kesini, baru kali ini bertemu langsung dengan Andrea Hirata,” ujar salah seorang ibu dari rombongan wisatawan berseragam kaos biru muda. Kami berempat sangat beruntung. Bukan hanya bertemu Andrea tapi juga mendapat kehormatan didampingi Andrea untuk mengenal museum kata lebih jauh.

“Maaf sebentar ya, saya senang disini ada alumni ITB. Saya akan menemani mereka dan menjelaskan isi museum ini. Besar harapan saya menerima banyak ide untuk mengembangkan literary museum ini. Saya tidak perlu sumbangan uang. Royalti saya cukup koq.”kata Andrea sambil mengajak kami berkeliling. “Ini window on words. Sayang sekali para pengunjung lebih banyak foto-foto disini. Lebih parah lagi jendelanya sambil ditutup. Padahal disini terpampang karya-karya sastra dunia. Literary museum di kota kecil ini yang pertama di Indonesia. Dua tahun saya belajar tentang Literary Museum. Di salah satu negara bagian USA bahkan ada 129 an literary museum,” Andrea mulai menjelaskan museum katanya. 

image

Para pengunjung berkerumun mengikuti Andrea Hirata. “Wah kebetulan sekali. Ini anak-anak asuh saya. Ada 40 anak yang belajar di sekolah gratis. Ayo nyanyi Laskar Pelangi bersama-sama.” Andrea mengajak anak-anak berseragam batik SD yang datang menghampirinya.

image

Anugerah pertama dari Laskar Pelangi begitu memikat. Kami kembali mengambil foto di berbagai sudut museum kata milik Andrea Hirata. Awal liburan yang menyenangkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s