Observasi KBM Ramah Anak oleh Ibu Nia

Narasi Aldissain Jurizat

Rabu pagi pukul tujuh tepat, saya hadir di SMPN 11 Kota Bandung. Saya dan beberapa rekan lain pagi ini akan menjadi observer dalam Kelas Ramah Anak yang dilakukan oleh Ibu Nia selaku Guru IPA di sekolah tersebut. Kegiatan belajar mengajarini akan dilakukan di Ruang Laboratorium IPA selama dua hari, yaitu hari Rabu (20/05) pada jam pelajaran keempat dan kelima, serta har iKamis (21/05) pada jam pelajaran ketujuh dan kedelapan. Selanjutnya hari pertama disebut siklus 1 dan hari kedua disebut siklus 2.

Pada siklus pertama, saya didampingi oleh dua rekan saya yaitu mahasiswa/i dari Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur UPI, yaitu Fadhel Rabani dan Nia Namira Hanumserta Pak Tata, guru fisikadari SMP Alfa Centuri. Sebelum kegiatan dimulai, Ibu Nia memberikan sedikit cerita dan gambaran tentang latarbelakang dan harapan beliau tentang pembelajaran ramah anak.

Hari Kamis (21/05) merupakan siklus kedua dalam pelaksanaan kelas ramah anak. Dalam kegiatan yang menerapkan model pembelajaran inquiry membimbing ini, guru harus mampu melakukan pembelajaran yang  mampu memenuhi hak anak. Ibu Nia telah menyusun scenario pembelajaran mata pelajaran fisika. Ibu Nia lebih menggunakan scenario dari pada RPP karena menurut beliau penggunaan scenario lebih aplikatif dan mempermudah proses evaluasi. Bertindak sebagai observer adalah Pak Tata (SMP Alfa Centuri), Ibu Sri (Guru SMPN 11), The Iwang (Kerlip), Lutfi (UPI) dan saya sendiri.

Kegiatan belajar mengajar pun berlangsung. Ada beberapa peningkatan dan perubahan yang terjadi di siklus kedua dibandingkan siklus yang pertama. Keadaan kelas lebih kondusif dan menyenangkan. Komunikasi antara guru dan siswa/i mengalir mengikuti materi pelajaran yang diberikan. Pada kali ini, materi yang diberikan adalah cermin cekung dan cermin cembung.

KRA

Kegiatan  belajar mengajar selesai pada pukul 12.40. Di siang hari yang cukup terik di kota Bandung, Ibu Nia dan observer berkumpul di ruang kela suntuk diskusi dan evaluasi dari kegiatan pembelajaran ramah anak yang telah dilakukan pada siklus kedua. Pada kesempatan tersebut, Pak Tata memberikan masukan kepada Ibu Nia mengenai metode dan materi pembelajaran. Dengan latar belakang Pak Tata yang juga sebagai guru fisika tentu memberikan masukan yang rinci terhadap proses pembelajaran.

Sebagai seseorang berlatar belakang arsitektur, saya belajar banyak tentang proses belajar mengajar ramah anak yang dilakukan oleh Ibu Nia. Dengan mengetahui metode dan proses belajar mengajar, memberikan masukan yang bagi saya untuk memberikan rekomendasi desain yang baik sesuai dengan indikator sekolah ramah anak. Perancangan bangunan, interior dan furniture untuk proses belajar mengajar baiknya perlu mempertimbangkan metode dan model pembelajaran yang digunakan oleh guru. Saya berharap banyak guru yang mampu menerapkan proses pembelajaran ramah anak, serta bangunan sekolah yang dibangun sesuai dengan pemenuhan hak-hak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s