Meniti Jalan Baru

Jalan Sudirman terasa lengang saat mobil yang dikendarai Toni keluar dari antrian panjang di pintu tol Semanggi. Pagi ini aku memutuskan hadir dalam FGD penyusunan materi SRA untuk pelatihan guru. Sesekali kubuka detik.com untuk memantau situasi di depan istana. Menurut berita di berbagai media, akan ada demonstrasi besar-besaran dari mahasiswa.

Aku tiba di perpustakaan dan arsip Jakarta Pusat pada pukul 8.55 wib. Ada neng Gita duduk manis di kursi pertama dekat pintu. Kami berpelukan melepas kangen. Dua tahun kami bekerjasama menggiatkan kampanye dan advokasi penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana sejalan dengan prakarsa UNISDR.

Gita menyampaikan rasa syukurnya karena upaya pengurangan risiko bencana menjadi arusutama dalam RPJMN 2014-2019. Prestasi yang luar biasa jika mengingat perjuangan panjang para pegiat Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia diantara isu strategis lainnya yang sama-sama penting.

Jalan Baru Pemenuhan Hak Pendidikan Anak

Kutunjukkan brosur dan dummy cover jilid 7 Ensiklopedia Lintas Sejarah Indonesia dalam Literasi Visual yang tengah difinalisasi Binar Pustaka. Buku berseri yang disusun untuk melengkapi sumber belajar pendidikan sebagai bagian dari kebudayaan. Perjuangan panjang tim yang dipimpin Mas Herry untuk menemukan dan mengenali goresan khas dan fragmen-fragmen lintasan sejarah kebangkitan bangsa menjadi bahan obrolan kami. Tak lupa kusampaikan bahwa kampanye dan advokasi pengurangan risiko bencana di pendidikan yang menempatkanku sebagai Ketua Seknas Sekolah Aman menjadi salah satu pemicu lahirnya masterpiece ini.

Jalan baru perubahan kubuka dalam berbagai arah. Dukungan keluarga dan mitra anak, kawula muda, pemerintah dan berbagai pihak meyakinkan kami untuk merintis KerLiP sebagai sosial enterprise. Masih lekat dalam ingatanku ketika Ova merintis SMile Institut yang berubah menjadi GERASHIAGA Institut setelah pendampingan sekolah aman di SMPN 11 Bandung. Lalu Fitry membentuk Green SMile Inc sebagai badan otonom KerLiP yang mewadahi inovasi-inovasi anak dan kawula muda untuk meningkatkan produktivitas.

Gerakan Indonesia Pintar yang didirikan sebagai lembaga mandiri bersama Dr. Kamsol kadisdikprov Riau, Dr. Alpha Amirrachman direktur CDCC, Dr. Imam Nashrudin profesional di Indosat kini anggota terpilih BRTI di Kemkominfo, Feber Suhendra MSc., Jamjam Muzaki, S.Pd, M.PP Direktur Move Id, Dr.Lilik dan Prof.dr.Fasli Jalal, Ph.D.sebagai ketua dewan pembina dengan Mas Imam Prasodjo sebagai salah satu anggota Dewan Pembina Peluncuran Gerakan Indonesia Pintar akan ditandai dengan penyerahan Ensiklopedia Lintas Sejarah Indonesia dalam Litetasi Visual dari Mbak Rani, Duta GIP terpilih, ketua Sahabat Kartini.

image

Kami menyiapkan penanda baru GIP dengan memberikan sumber belajar bermuatan lokal untuk mendidik karakter kebangsaan, integritas, tekun, jujur, adil, setiakawan, tanggung jawab, amanah, rasa hormat dan keberanian kepada guru garda depan dan pemuda/pemudi peserta didik ADEM, santri dan mereka yang terpinggirkan.

Sumber belajar ini akan melengkapi pendidikan life skill bagi perempuan di rusun Cakung Jakarta Timur serta aksi-aksi MeSRA dalam program PANUTAN di Provinsi Riau, Jabar, Kaltim dan DKI Jakarta. Kami fokus untuk meningkatkan keterampilan kerja warga negara usia 16-21 tahun terutama perempuan putus sekolah.

Data anak putus sekolah yang ditemukan oleh GIP regional Bandung, Semarang dan Sumedang sedang dilengkapi Raka Pare. Penanganan para penyintas anak dan perempuan yang mengalami trafficking dan kekerasan dilaksanakan SeKAM dengan dukungan 123eduforkid, SOS village dst.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s