Mengubah Kebiasaan

Jelang dini hari ada sms masuk dari bu Nia tentang pengalihan jadwal observasi praktik Kelas Ramah Anak dan Lesson Study bersama MGMP IPA dan UPI. Informasi terakhir ini segera diteruskan ke Asdep PHPA dan Ani Muliani. Agenda KPPPA yang sangat padat membuat bu Dewi tidak bisa menjadi observer Kelas Ramah Anak. Sampai saat ini belum ada respon dari Ani Muliani, kepala SMP Alpha Centuri.

Di ujung telpon, bu Enis dari Dinas Pendidikan Kutim terus menelpon untuk menyesuaikan jadwal.sosialisasi SRA. Hari ini aku terpaksa membatalkan 4 jadwal lainnya untuk.menuntaskan pendampingan di SMAN Libels.  Pekerjaan rumah menghitung kebutuhan untuk pendidikan keluarga di Riau, periksa typo jilid 2, dan penanganan kasus temuan Gerakan Indonesia Pintar regional Semarang dan Bandung juga ditunda sementara.

Sambutan Meriah

Sambutan warga SMAN Libels terhadap ibu Atalia begitu luar biasa. Anak-anak berbaris sepanjang jalan masuk membawa bendera kertas di tangan. Spanduk Selamat Datang terpampang jelas di pintu gerbang.

image

Kepiawaian bu Atalia dalam mengelola peserta didik di lapangan basket serta pemahamannya mengenai pemenuhan hak dan pendidikan anak menambah arti penting kegiatan ini. Pokja SRA SMAN Libels terbukti serius menyiapkan sambutan yang meriah ini. Anak-anak bersama teman sebaya dan adik-adik dari sekolah imbas  SMAN Libels terlihat antusias. Peristiwa langka yang menunjukkan rasa hormat anak-anak kepada Kepala Sekolah dan guru-guru mereka. Anak-anak Paskibra menjadi protokol penyambutan, Osis dan PMR berdiri bergantian sepanjang kegiatan dilaksanakan.

Menyaksikan langsung

Bu Atalia berkeliling sekolah didampingi dua anak yang fasih berbahasa Inggris. Ketua Komite Sekolah dan ibu-ibu PKK serta guru-guru berjalan beriringan menuju UKS, kelas prakarya elektronik, sarana pengelolaan  sampah  produk Toga, panen sayuran dan expo di aula. Sebenarnya tidak ada perbedaan yang mencolok dengan Sekolah Sehat, Adiwiyata dan praktik-praktik baik lainnya. Perbedaan mendasar adalah meningkatnya partisipasi anak dalam semua inisiatif baik serta peningkatan kompetensi guru dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak.

image

Sayang sekali waktu bu Atalia sangat terbatas. Paparan GSB MeSRA dari duta anak SRA khazanah tetap disajikan di hadapan TP PKK kecamatan Sukasari, Disdik Kota Bandung. Bapak Kepala Sekolah bersama Komite Sekolah hadir dan terlibat penuh sampai semua sajian acara dilaksanakan. Ini juga benar-benar langka.

Opera di tengah keramaian

Ada beberapa hal penting yang harus segera disiapkan. Bu Sari dan teh Iwang mencarikan permeneg pppa no 8/2014 untuk diberikan kepada bu Atalia yang menanyakan indikator SRA. Ruang konseling Sahabat Anak  menjadi penanda untuk melengkapi atribut SRA-khazanah. SMAN Libels adalah  Sekolah Sehat Nasional yang sedang bersiap menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional. Kesempatan emas untuk mengembangkan tutor sebaya dalam Safari GeMBIRA ke 10 sekolah imbas. Kehadiran tim SRA dari BP3AKB Jabar, KerLiP dan KPPPA ternyata  memperkuat inisiatif baik di SMAN Libels untuk meningkatkan partisipasi anak dalam mewujudkan SRA.

Obrolan pendidikan ramah anak (OPeRA) lainnya kulakukan bersama ketua Komite Sekolah. Kami mendiskusikan kolaborasi Komite Sekolah dengan TP PKK Kecamatan Sukasari dan Kelurahan Sarijadi serta GSB MeSRA.

image

Opera dalam kunjungan ke ruang prakarya elektronik terinspirasi inisiatif Sekolah Madrasah Aman Hemat Energi.  Guru pembimbing prakarya menunjukkan model elektronik sederhana untuk memanfaatkan sinar matahari. Kunjungan di beberapa kelas yang masih menyalakan lampu dimanfaatkan untuk mengajak anak-anak hemat energi. Terakhir di laboratorium IPA. Terlihat anak-anak sedang membuat sabun colek. Langsung kuhubungkan dengan pemanfaatan sabun karya mandiri untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) juga untuk hygiene kit . Obrolan lainnya dengan anak-anak PMR mengenai peran penting mereka dalam penerapan Sekolah Aman dari Bencana.

Mengaktifkan kembali Dasawisma

Bu Rika ketua TPPKK Kecamatan Sukasari memintaku secara khusus untuk mengangkat keterkaitan PKK dengan MeSRA saat MC memanggil namaku kedepan. Dalam obrolan perdana ini, aku mengajak TP PKK untuk meningkatkan ketahanan keluarga yang sudah diatur dalam Perda dan adanya Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga di Ditjen PAUDNI Kemdikbud.

Kegiatan 20 menit bercengkerama dengan anak, membaca nyaring buku untuk anak 10 menit per hari, 20 detik memeluk anak dan saling memeluk suami istri diharapkan dapat dilaksanakan TP PKK Kecamatan Sukasari. Tak lupa kukenalkan ORK3STRA Obrolan Kesehatan, Keselamatan dan Kesiapsiagaan Terpadu Ramah Anak untuk mengaktifkan dasawisma SIAGA.

Penuh harap sistem perlindungan anak berbasis dasawisma dan SRA khazanah SMAN Libels ini dapat menunjang inisiatif kelurahan layak anak di Kecamatan Sukasari. Kebiasaan perelek y kembali diperkenalkan untuk membantu anak-anak fakir miskin yang bersekolah di SMAN Libels. Tak lupa menghubungkan jumantik dengan Jumsih dan Gerakan Pungut Sampah di sekolah dan lingkungan tempat tinggal anak.

Kegiatan Hardiknas ditutup dengan penuh keakraban. Anak-anak memainkan lagu sunda mengiringi pergaan busana dari kemasan kopi bekas oleh anak perempuan cantik.  Bu Hana dari TP PKK Kecamatan Sukasari menyanyikan lagu yang diiringi tarian Pak Kepala Sekolah.  Lalu terakhir
sajian musik indah dari Pak Dede alumni pertama SMAN Libels penyandang difable.

image

Alhamdulillah GeMBIRA bersama KerLiP mewujudkan Bandung Juara Kota Layak Anak dalam rangka Hardiknas lengkap sudah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s