Masukan terhadap Draft Modul Sekolah Ramah Anak

Agenda hari ini untuk menyegerakan semua perangkat hukum agar SRA segera terwujud. Perubahan yang sangat mendasar agar kebijakan tersebut bisa diterapkan. Ada 4 produk besar yang akan dihasilkan:
1. Peraturan Bersama 12 K/L akhirnya menjadi Perpres setelah hasil pertemuan dengan Dirjen Dikdas dan Bappenas
2. Juknis/NSPK
3. Modul ToT
4. Materi pelatihan untuk Guru dan Tenaga Kependidikan yangvakan diintegrasikan kedalam materi pelatihan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan  yang disiapkan Kemdikbud/Kemenag.

image

Modul ini sudah dibahas di bulan April dan Mei. Matriks ini sudah mengintegrasikan masukan-masukan pada pertemuan sebelumnya. Aspek kelembagaan yang ada dalam ToT, bisa diisi substansinya. Uji publik di beberapa daerah. Rencananya yang pertama ke Sulawesi Selatan. Semua dokumen akan keluar dalam waktu yang hampir bersamaan. Keempat kegiatan dilaksanakan secara paralel. Setelah Pepres menyusul ketiga dokumen tsb.

Sambutan Antusias

Kadisdikprov dan Disdik Kota/Kabupaten menyambut SRA sangat antusias ditambah pemicu yang terjadi di sekolah/madrasah menunjukkan kebutuhan untuk sistem pendidikan yang utuh dan peduli anak. Semua inisiatif baik seperti UKS, Inklusi, Adiwiyata, dst belum satu sistem utuh.

Angka Partisipasi, Melek Huruf dan Angka Rata-rata Lama Sekolah tapi usaha yang dilakukan sangat besar  negara ini sudah mengalokasikan 20% untuk pendidikan. Perubahan yang berlipat ganda semestinya terlihat. Namun kita masih tertinggal.jauh. rangking IPM kita selalu >100 dari 174 negara.

Motor penggeraknya adalah Dirjen Dikdasmen. Ada 248.373 sekolah di Republik tercinta. Lebih dari 46 juta anak. 1/3 hidup anak kita di sekolah. Ayo kita ubah pola pikir kita agar melaksanakan dalam satu sistem yang utuh. Sekolah Ramah Anak sudah diimplementasikan di berbagai daerah. Ditunggu legal basednya untuk memastikan  penerapan SRA terarah dan berkelanjutan.

MeSRA menuju Dunia Layak Anak

Menciptakan model-model di berbagai daerah agar sekolah lain dapat mengikuti. Presiden saat menjadi walikota Solo menerapkan 31 hak anak dalam bentuk pojok laktasi di terminal, taman pintar, dan fasilitas publik yang mendukung Kota/Kab Layak Anak.

ToT ini penting untuk menjangkau lebih banyak lqgi sekolah/madrasah menerapkan SRA. Team Champion penting untuk memfasilitasi pemerintah kota/kabupaten secara sistematik dan berkelanjutan. Pengalaman melayani 524 kota/kabupaten di seluruh Indonesia diperlukan tim yang menguasai A to Z tentang SRA.

Catatan terhadap draft modul dari bu Leny, Deputi Tumbuh Kembang Anak:
1. Topik berasumsi mengikuti kelaziman ToT yang sering diikuti saruan pendidikan
2. Sub-sub topik sudah memenuhi, pembagian waktu perlu melihat kembali 3 hari efektif tanpa mengorbankan sub-sub topik yang melebihi alokasi, misalnya Tahapan Pengembangan SRA dan Penyelenggaraan SRA. Keduanya merupakan bagian inti yang memerlukan waktu cukup banyak, mungkin perlu 70% dari bobot keseluruhan.

Samuderanya adalah Indonesia yang Layak Anak. Sekolah Ramah Anak tidak sendirian. 2/3 waktu anak ada di keluarga, lingkungan tempat tinggal anak, rute aman, ruang bermain, desa, kecamatan, kabupaten/kota layakan anak terhubung semuanya satu kesatuan menuju Dunia Layak Anak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s