Memulai dari praktik baik

Senang menyimak tanggapan bu Lilik Kasubdit Program dan Evaluasi Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah (Dit PKLK Ditjen Dikmen) Kemdikbud RI, atas paparan Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (TKA KPPPA). Aksesibilitas bagi anak-anak difable dan pentingnya sekolah inklusi menjadi perhatian Dit PKLK terutama dalam upaya penerapan sekolah aman dari bencana. Penyediaan sarana prasarana untuk alat peringatan dini bagi tuna netra dan tuna rungu menjadi bagian dari upaya pengurangan risiko bencana di pendidikan menengah. Ada 170 SLB/SMA/SMK penerima bansos PRB Dikmen sebesar Rp 38 juta/sekolah.

Bu Lilik menegaskan bahwa komite sekolah menjadi penghubung praktik-praktik baik ini ke keluarga. FGD hari ini akan ditindaklanjuti Bu Lilik untuk menyusun Pedoman Penyelenggaraan Sekolah Inklusi dan Ramah Anak sejalan dengan amanat Dirjen Dikmen.

Tanggapan kedua dari Kemdagri memperkuat pentingnya integrasi karena sudah banyak praktik baik yang dilakukan. Akan lebih baik jika SRA diintegrasikan dengan kegiatan yang sudah ada sambil menunggu Perpres SRA. Tanggapan berikutnya juga dari Kemdagri mengingatkan UU 23/2014 dan batas akhir SPM Dikdas yang memungkinkan SRA diintegrasikan kedalam SPM Dikdas dan Dikmen.

Koordinasi

Sekolah/madrasah adalah sarana yang efektif untuk mengeksplorasi pemenuhan hak dan perlindungan anak. Sampai saat ini anak yang memiliki akte kelahiran baru 74%, aksi MeSRA dapat dijadikan pintu masuk untuk peningkatan Adminduk. Menurut Deputi TKA KPPPA koordinasi antara 15 K/L dan pemerintah daerah diharapkan juga dapat mendorong meningkatnya pemahaman orangtua tentang pentingnya inklusi.

Masih terbatasnya SLB di berbagai kota/kabupaten seperti Balikpapan memerlukan langkah yang pasti agar anak-anak berkebutuhan khusus dapat menikmati Gerakan MeSRA ini. Bu Lenny menegaskan bahwa penting mengubah paradigma agar inisiatif-inisiatif yang sudah berjalan dengan baik bergegas menjadi Sekolah Ramah Anak. Program jemput bola untuk memastikan orangtua, keluarga dan masyarakat memahami SRA perlu terus digalakkan. Saat ini Kemdikbud membuka Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga dibawah Ditjen PAUDNI. Kesempatan untuk menerapkan inklusi dan ramah anak lebih terbuka.

Juknis penerapan SRA berupaya memetakan siapa melakukan apa dimana untuk memastikan pemerintah daerah dapat menyediakan alokasi anggaran yang memadai untuk MeSRA

Praktik-praktik baik

Saya menyampaikan kabar gembira tentang ketentuan baru di kota Bandung bagi sekolah yang mengajukan diri meraih Sekolah Adiwiyata Mandiri harus memenuhi Sekolah Ramah Anak. Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan bu Dewi dan staf ke SMAN 15 yang dilanjutkan dengan pertemuan dengan Kadisdik kota Bandung. Kunjungan bu Enis dan Pak Bahar bersamaan dengan bu Dewi ke SMAN 15 juga memperkuat komitmen Dinas Pendidikan Kutai Timur untuk bergegas mewujudkan SRA mulai dari Adiwiyata.

Besok pagi SMAN 15 Bandung akan menerima kunjungan istri walikota Bandung terkait rencana penerapan Sekolah Ramah Anak di sekolah-sekolah lainnya di kota Bandung.

Praktik baik lain yang sedang disiapkan Gerakan Indonesia Pintar bersama Pemprov Riau untuk menjadikan Riau Cerdas menuju Wajar 12 tahun Bebas pungutan layak bermutu ramah anak. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau juga memasukkan kegiatan pembinaan pendidikan keluarga di bidang PAUDNI. Dukungan dari Kemdikbud menyediakan anggaran untuk memperkuat SLB dengan asrama di Riau.

Besok bu Nia Kurniati, guru IPA SMPN 11 Bandung yang didampingi KerLiP bersama Asdep PHPA Deputi TKA KPPPA 2011 lalu untuk sosialisasi Sekolah Ramah Anak mulai mengundang observer dalam penerapan Kelas Ramah Anak melalui penguatan lesson study. Upaya ini mendapat sambutan hangat dari berbagai mitra KerLiP.

image

Semua praktik baik ini diminta bu Deputi TKA KPPPA untuk menjadi catatan khusus dalam upaya mewujudkan SRA. Berkali-kali saya juga memastikan agar pendekatan apresiatif dalam FGD penyusunan modul ToT SRA terlihat jelas. Paparan matriks modul yang dilakukan Zamzam mendapat tanggapan dari para peserta. Matriks modul ToT SRA yang dihasilkan sampai sore ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
Besok dilanjutkan penyusunan materi untuk diintegrasikan kedalam pelatihan guru dari Kemdikbud.

Alhamdulillah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s