Takjub

Sungguh beruntung para perempuan yang senang bersegera dalam kebaikan dan mendapat dukungan  dari pasangan hidupnya sepenuh hati.
Mereka takkan pernah sendirian.
Ini yang kurasakan ketika menyimak mimpi indah yang disampaikan Pak Toni, suami mbak Rani, dalam percakapan singkat kami di sela-sela pertemuan dengan sahabat-sahabat muda Kartini.
Alhamdulillah…

Menabur Benih Kebajikan

Perjalanan kampanye dan advokasi pemenuhan hak pendidikan anak selalu menarik untuk dikisahkan terutama pada bagian pelembagaan Sekretariat Nasional Sekolah Aman. Dan rasa keberlimpahan inilah yang ingin kutularkan kepada sahabat perempuan di pelosok nusantara ketika diminta bergabung di Sahabat Kartini.

Tumbuh bersama demi kepentingan terbaik anak adalah prinsip sekaligus komitmen kami untuk memulai program Pendidikan Ramah Anak Bermutu Bebas Pungutan (PANUTAN) di Indonesia mulai dari Rusun Cakung. Zamzam dari Move Id akan menjadi konsultan pendamping Mbak Rani dalam menjalankan program Sahabat Kartini untuk menyiapkan, melaksanakan, monitoring, evaluasi dan pelaporan program PANUTAN menjadikan Jakarta Layak Anak.

Secara terpisah kami juga menyiapkan konsep gagasan dan harapan Pak Toni untuk mengemas semacam Indonesia Idol dalam 43 cabang olahraga mulai dari Kabupaten/Kota diantara Jakarta-Bandung. Program ini juga diyakini dapat menumbuhkan ekonomi kreatif rakyat. Keluarga Mbak Rani memang gemar menabur benih kebajikan.

image

Sahabat Muda Kartini

Mbak Mei salah satu pengurus Sahabat Kartini duduk dikelilingi anak-anak muda ketika aku tiba di Raffles. Mereka sedang bersiap memperkuat program Sahabat Kartini. Duduk dihadapanku perempuan muda energik bernama Titiew. Mbak Rani memperkenalkan Titiew sebagai blogger yang sangat kreatif. Beberapa sosok bidan dari berbagai daerah yang diceritakan Titiew mengingatkanku pada teh Aas, bidan muda perintis Rumah Cita Kita dan bendahara KerLiP.

Ada bidan yang berhasil menyediakan air bersih layak minum bagi penduduk di Gunung Kidul serta meningkatkan produktivitas perempuan di desa binaanya dengan membuat es krim dr ketela ungu. Juga bidan yang sudah berusia lanjut di Sumbawa yang menggunakan kuda untuk menolong ibu melahirkan serta bidan di Sulawesi Selatan yang berhasil mengubah mindset penduduk desa untuk lebih mewujudkan desa siaga. Semuanya dikisahkan Titiew dengan antusias sambil menghabiskan makan malamnya.

Selain Titiew, ada Teguh, adik mbak Rani yang menunjukkan produk unggulannya untuk menopang ICT di pendidikan. Beberapa berita menarik dari berbagai media massa tentang penggunaan produk perusahaan yang dikelolanya menarik perhatianku. Lebih menarik lagi ketika Teguh menceritakan keberhasilan putranya masuk ke sekolah karakter ibu Ratna Megawangi di daerah Cibubur.

Alhamdulillah, sahabat-sahabat muda Kartini menambah rasa takjubku terhadap Yang Maha Kuasa yang mengumpulkan kami dalam kebaikan.

Insya Allah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s