OPeRA 04_Kolaborasi

Kedatangan Annisa, Fatma, Fauzan dan Aviv dari Fikom UNPAD menumbuhkan kolaborasi baru. Kegiatan Duta Anak Bandung yang disiapkan untuk memenuhi tugas kuliah mereka ternyata sangat menarik.  Proposal sederhana dilengkapi alur kegiatan yang didesain cantik manambah greget inisiatif yang sempat menghebohkan ini. Samar-samar saya ingat kegelisahan bu Sari menceritakan upaya penobatan Duta Anak Bandung yang dipandang tidak partisipatif oleh Syahna.

image

Lima Klaster dalam Konvensi Hak Anak

Hari ini Dina mengajak Tri sahabat lama yang pernah hadir di KerLiP dan Ksatria. Ketiganya menunjukkan hasil assesment ke daerah Cipaganti menindaklanjuti penjangkauan anak putus sekolah temuan KomuneRakaPare dalam kerangka aksi Gerakan Indonesia Pintar. Bilqis tiba duluan saat saya dan Fitry membicarakan inisiatif SPeAKnACTBdg yang dideklarasikan 20 Mei 2014 lalu.

image

Masih ada anak-anak putus sekolah juga tidak memiliki akte kelahiran. Ada anak putus sekolah karena terbawa pengaruh lingkungan bermain. Juga anak penyandang difable yang sedang bersiap kembali belajar di SLB. Makin digali makin jelas bahwa dibutuhkan manajemen kasus yang komprehensif untuk memastikan anak-anak tersebut dapat menikmati indahnya taman belajar di sekolah dengan teman sebaya mereka.

Saya mengajak para pengurus Komunitas SeKAM ini untuk kembali mengasah gergaji dengan menganalisa permasalahan hambatan pemenuhan hak dan perlindungan anak dari 5 klaster dalam konvensi Hak Anak antara lain: 1)hak sipil dan kebebasan 2)lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif 3)kesehatan dasar dan kesejahteraan 4)pendidikan, waktu luanh dan kegiatan budaya 5)perlindungan khusus.

Dina menyanggupi rencana penyusunan proposal untuk disampaikan pada rapat Pokja Penanganan Rehabilitasi Sosial Korban Trafficking dan Kekerasan Perempuan dan Anak di Kemsos hari Selasa yad.
Tidak lama kemudian datang Nabila bersama Ibu Sari disusul kemudian Anisa dan teman-temannya dari Fikom.

image

Annisa menyampaikan maksud kedatangan mereka dan menjelaskan tugas kuliah yang mempertemukan mereka dengan bu Sari di Dago Car Free Day. Upaya mereka untuk menjangkau pihak-pihak terkait membuahkan hasil yang luar biasa. Penjelasan Fatma saat saya meminta pendapat Bilqis dan Nabila tentang penobatan Duta Anak Bandung meyakinkan kami bahwa inisiatif ini perlu didukung bersama. Saya menawarkan kolaborasi dan mengusulkan perumusan ide sosial para duta anak berdasarkan kelima klaster dalam konvensi hak anak.

Semua anak juara

Berkali-kali saya menegaskan bahwa KerLiP tidak setuju dengan lomba yang membandingkan anak yang satu dengan yang lain. Hal ini diperkuat Bilqis dengan usul agar anak-anak yang tidak menjadi juara tetap mendaparkan kesempatan untuk berkiprah di SPeAKnACTBdg, Fokab, dst. Nabila menambahkan pentingnya media sosial untuk memperkuat konsolidasi para peserta pemilihan duta anak ini. Tanpa diduga Fitry menyambut antusias dengan mengusulkan agar para duta anak ini tumbuh bersama KerLiP dalam dampingan Green SMile Inc.

image

Ide-ide pun mengalir deras. Fatma dan teman-temannya sangat antusias menerima sambutan dari sobat-sobat muda KerLiP. Saya menegaskan kembali untuk menjadikan Sekam sebagai fasilitator kelompok perlindungan khusus dan hak sipil dan kebebasan, Rumah Cita Kita untuk kelompok Kesehatan dasar dan Kesejahteraan, Fokab, FAD Jabar dan SPeAKnACTBdg untuk kelompok Pendidikan, kegiatan budaya dna pemanfaatan waktu luang serta SOS Village untuk lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif.

Obrolan terus mengalir sampai pada komitmen untuk menggiatkan Green SMile Inc sebagai badan otonom yang akan digunakan keempat mahasiswa Fikom UNPAD dengan Fitry menyiapkan Global Student Union Movement towards Child-Friendly School. yang diinisiasi Arlian Puri dan Devita untuk disebarluaskan di AMCDRR ke-5 di Yogyakarta. Saya menantang kelima sobat muda ini untuk menemukan jati diri masing-masing. Karya masterpiece Binar dan berbagai informasi pendukung usaha yang sedang kami rintis menjadi Lembar Inspirasi Belajar Ramah Anak bagi sobat-sobat muda ini. Fauzan dan Fatma terlihat sangat antusias. Fauzan bahkan mengatakan sampai merinding melihat literasi visual Ensiklopedia Sejarah Kebangkitan Bangsa Indonesia dalam Literasi Visual karya tim Binar Pustaka. Ia juga menjelaskan tentang bangsa-bangsa maju di dunia menjadikan sejarah sebagai pelajaran wajib setelah matematika dan bahasa Inggris. Ya, sejarah untuk mengenal identitas diri dan bangsa sendiri.

image

Insya Allah telah tumbuh kembali Green SMile Inc untuk membawa praktik-praktik baik dan kearifan lokal Nusantara ke tingkat global.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s