OPeRA 03_Komitmen untuk Gerakan Indonesia Pintar

Terlihat beberapa arpilera yang menarik di tangan bu Nia sebelum obrolan tentang komitmen dengan anak dimulai. “Sebentar ya, Bu. Saya baru tiba setelah mendampingi tamu fari Kutai Timur dan KPPPA ke SMAN 15 dan Disdik Bandung.” Ujarku sambil memeluk hangat bu Nia. “Oh ya, Icha bisa ngobrol dengan bu Nia tentang S3ASTers-nya ya.” Lanjutku sambil melihat ananda Allisa yang sedang menuliskan pointers tentang inisiatifnya. Bu Nia dan Icha melanjutkan obrolan tentang media yang paling diminati Allisa untuk mengajak teman -temannya mendukung S3ASTers.

image

Komitmen bersama

“Saya dan Arlian sepakat untuk membuat Arpilera untuk perubahan. Arlian berkomitmen untuk membuat 1 Arpilera per bulan lengkap dengan narasinya. Awalnya saya menyatakan akan membuat sketsa dan desain arpilera seminggu sekali namun akhirnya saya memutuskan 1 Arpilera per 2 minggu,” bu Nia memulai obrolan kami dan menunjukkan sms yang dikirim Arlian tentang 2 Arpillera yang sudah dibuatnya. Berkali-kali Fitry menunjukkan kekagumannya.
image

Allisa mulai beringsut masuk ke kamarnya saat pembicaraan kami makin serius. Bu Nia menceritakan niatnya untuk berbagi praktik baik melalui PGRI. Rupanya Arlian jatuh di museum sehingga batal hadir hari ini. Sedangkan Ria menunggu kepulangan ibunda di rumah. Keduanya anak asuh yang terus didampingi bu Nia sampai usia 18 tahun. Kakak kelas mereka, Amilia kini sedang berada di Merauke.

image

Komitmen bersama antara pendidik dan peserta didik adalah kunci keberhasilan bu Nia dalam melahirkan para pembaharu muda. Hal ini menginspirasi saya dan Fitry untuk berkomitmen dengan Allisa melanjutkan obrolan dengan bu Sari untuk mendampingi anak-anak kami membiasakan membaca dan mereguk ilmu dari buku bacaan mingguan.

Indonesia Pintar

Ksatria, Dina, Yurika dan Alva  tiba pukul 16.30 disusul Fina dan Sherly. Mereka baru pulang dari SOS Children untuk menjajaki rencana kerjasama dalam menangani anak-anak putus sekolah di kota Bandung. Alhamdulillah, Ksatria dan Dina tetap konsisten menjalankan rencana kegiatan yang tercetus pada OPeRA 01. Jadi ingat pertanyaan Icha tentang rencana pergi ke SOS Village.
Bu Nia langsung melanjutkan obrolan tentang kondisi di sekolah. Ada beberapa hal yang membuat kami prihatin tentang guru-guru yang antusias membeli paket PTK senilai Rp 2 juta untuk kenaikan pangkat. Pada saat yang.sama Bu Nia dan 4 teman guru lainnya menginvestasikan Rp 150.000 untuk setiap pendampingan PTK oleh dosen UPI. Proses yang sangat menarik dan inspiratif.

Angga, Oki, Agam dan Fahik dari Komune Raka Pare tiba di Rumah KerLiP menjelang magrib. Lama tak jumpa dengan mereka. Alhamdulillah Gerakan Indonesia Pintar yang dilakukan Raka Pare di Bandung, Sumedang dan Semarang terus bergulir. Oki menunjukkan tool.kit yang didesain apik dan menarik lengkap dengan infografis hasil penjangkauan yang dilakukan relawan Raka Pare. Fitry langsung mengutarakan hasratnya untuk merekrut tim ilustrasi Raka Pare untuk melengkapi infografis yang sedang disusunnya sebagai Redaktur Khusus Binar. Bu Nia juga langsung memesan tool kit tersebut dan  menyatakan siap menjadi orangtua asuh 1 anak putus sekolah.

image

OPeRA pun berlanjut. Kami saling bertukar informasi perkembangan yang menggembirakan mengenai upaya menjaring informasi lengkap mengapa anak-anak rentan putus sekolah. Berkali-kali Oki dan Angga menanyakan tentang komitmen Gerakan Indonesia Pintar di Jakarta. Saya memberika n ToR peluncuran Gerakan Indonesia Pintar yang disiapkan Zamzam wakil sekjen Gerakan Indonesia Pintar serta katalog Ensiklopedia Sejarah Kebangkitan Bangsa Indonesia dalam literasi visual yang akan diterbitkan Binar.

Ksatria dan tim SeKAM ternyata sudah menyiapkan model assesment anak-anak putus sekplah di Cipaganti hasil penjangkauan Raka Pare. Oki juga menjelaskan bahwa tim Gerakan Indonesia Pintar yang dibentuk Raka Pare juga dilengkapi tim media. Agam adalah salah satu tim media yang menyiapkan beberapa tools agar Getakan Indonesia Pintar ini makin meluas. Kami pun bersepakat untuk fokus memperdalam temuan di Cipaganti dan Jatinangor serta menyiapkan proceedingnya agar bisa melengkapu rencana peluncuran Gerakan Indonesia Pintar.

image

Tool kit versi 01 dan website Gerakan Indonesia Pintar serta infografis hasil penjangkauan Raka Pare yang segera dilengkapi komunitas SeKAM akan dipresentasikan pada Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2015. Insya Allah komitmen untuk Getakan Indonesia Pintar terus menguat tumbuh bersama aksi-aksi nyata yang dilakukan sobat-sobat muda dari Raka Pare dan SeKAM secara konsisten.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s