Aksi MeSRA di SMAN 15 Bandung

Kedatangan Bu Enis dan Pak Bahar dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur bertepatan dengan kunjungan lapangan Asdep Pemenuhan Hak Pendidikan Anak (PHPA) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) ke SMAN 15 Bandung. Pagi-pagi sekali saya menjemput keduanya di Hotel Majestik di samping Universitas Maranatha diantar kakak sepupu.

Sekolah Ramah Anak-Khazanah

Saya datang pertama kali ke SMAN 15 Bandung (SMANLibels) saat mendampingi BP3AKB Jabar dalam kegiatan monitoring bantuan sosial Sekolah Ramah Anak (SRA). Sekolah tersebut berada di perbatasan antara kota Bandung, kabupaten Bandung Barat dan kota Cimahi. Pak Toto kepala sekolah SMANLibels berkali-kali menegaskan bahwa ia berkomitmen penuh untuk meningkatkan sarana prasarana agar memenuhi persyaratan kesehatan, keselamatan, keamanan, kenyamanan dan kemudahan termasuk kelayakan bagi penyandang difable sejak ditempatkan disana pada tahun 2013.

Sarana belajar diluar kelas yang nyaman dan asri, UKS yang bersih, lengkap dan sehat, display karya anak dan keramahan kepala sekolah, guru dan anak-anak SMANLibels memikat hati kami. Kunjungan perdana ini dilanjutkan dengan Safari GeMBIRA menghadirkan anak-anak hebat dari Forum Anak Kota Bandung dan Forum Anak Daerah Jawa Barat beberapa hari kemudian. Perwakilan anak sebanyak 10% dari berbagai ekstrakurikuler, kelas dan alumni hadir dalam Safari GeMBIRA yang difasilitasi ibu Sari dan teh Iwang dari KerLiP. Hadir bersama kami, Nabila Ishma (SMPN 7), Sylvia Regina Bilqis (SMPN 49) dan Allisa Putri Maryam (SMPN 35) anggota FOKAB dan Syahna Rahmah dari FAD Jabar dengan Zakky sebagai pengantar kami. Para tutor sebaya ini mengajak kandidat GSB MeSRA melakukan tepuk hak anak, lagu dan praktik #YES4SaferSchool, deteksi warna #MeSRA dan menyusun #visionboard Sekolah Idaman Anak Keluarga.

Sejak saat itu komunikasi dilakukan secara intensif untuk memastikan SMANLibels menjadi model pelembagaan Gerakan Siswa Bersatu Mewujudkan Sekolah Ramah Anak (GSB MeSRA). SMANLibels pun bergegas mendeklarasikan GSB MeSRA di Dago Car Free Day pada tanggal 29 Maret 2015 ditandai dengan pembacaan ikrar oleh anak mengadopsi ikrar #KomunitasRamahAnak yang disusun sebagai hasil aksi CDEF karya Nabila Ishma dan #Story7 dari SMPN 7 Bandung. Lalu diikuti dengan penandatanganan banner dukungan oleh Kepala Sekolah, Kepala BP3AKB Jabar, KerLiP dan GSB MeSRA. Selanjutnya kami mengiringi devile GSB MeSRA melakukan kampanye aksi-aksi #MeSRA di SMANLibels sepanjang Dago CFD. Sejak saat itu mereka resmi menggunakan nama SRA-Khazanah SMAN 15 Bandung.

image

Aksi-aksi #MeSRA SMANLibels dikukuhkan dalam rencana kegiatan Pokja SRA yang dipimpin Pak Robi dari Komite Sekolah beranggotakan PKS Kesiswaan, kurikulum, humas, sarana prasarana, guru, alumni, dan duta anak. Sk Pokja SRA ditandatangani langsung oleh Kepaka Sekolah dan digerakkan oleh Pak Iryansyah dan duta SRA dalam dampingan KerLiP. Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan antara lain: Bakti Lingkungan, Simulasi evakuasi kebakaran, deteksi warna MeSRA, kampanye anti bullying dalam pelajaran PKn, mengaktifkan ruang konseling sahabat anak di ruang Bimbingan Konseling, peduli pendidikan di 10 sekolah imbas adiwiyata, foto essay, narasi pembelajaran, konselor sebaya dst.

Duta SRA-Khazanah

Pendekatan multikultur dalam kampanye dan advokasi pemenuhan hak pendidikan anak sudah lama saya kembangkan bersama sahabat-sahabat KerLiP. Istilah GSB MeSRA sebenarnya muncul dalam kaderisasi GSB Mewujudkan Sekolah Aman di SMPN 11 Bandung. Beberapa kegiatan terkait GSB MeSRA pun terus kami lakukan. Hasil roadshow gerashiaga di Man 1 kota Bandung melahirkan GSB Mansaba dengan kegiatan rutin simulasi evakuasi gempa dan kebakaran. Pelembagaan GSB MeSRA mendapat sambutan hangat dan dikukuhkan menjadi pendamping bansos SRA dari BP3AKB Jabar.

image

Duta SRA-Khazanah SMANLibels mendapatkan kesempatan untuk.mempresentasikan praktik-praktik baik aksi-aksi #MeSRA dalam FGD penyusunan juknis penerapan SRA yang diselenggarakan KPPPA menghadirkan perwakilan dari 15 K/L terkait dan KerLiP. Kepiawaian Diva dkk dalam dampingan Pak Iryansyah PKS Kesiswaan ketika mempresentasikan aksi-aksi #MeSRA tersebut mendorong Asdep PHPA KPPPA untuk melakukan kunjungan lapangan pada 30 April 2015.

image

Dalam kunjungan lapangan tersebut, duta SRA-Khazanah mendampingi kami berkeliling melihat penanda-penanda baru mulai dari hasil kemitraan dengan BJB dalam bentuk biodigestator, kantin yang memiliki alat pemadam kebakaran dan tempat cuci tangan pakai sabun lengkap dengan bangku merah beratapkan tanaman merambat dan saung bambu yang sejuk dan nyaman. Kelas yang dihiasi karya-karya anak. Bangku kuning di dekat komposter dan tempat pembibitan yang terpelihara. Toilet terpisah yang bersih dan nyaman. Laboratorium dan kebun TOGA. UKS, lapangan basket, aula, masjid yang sedang dibangun, display karya anak di berbagai sudut, fasilitas air siap minum, dst. Mereka juga mempresentasikan aksi-aksi #MeSRA serta pelembagaan pokja SRA yang terus konsisten menjalankan kegiatan pemenuhan hak dan perlindungan anak.

image

Guru-guru SMANLibels yang ramah dan penuh semangat ternyata juga sangat peduli pendidikan. Bu Rosyani, guru Bahasa Indonesia salah satu diantaranya bahkan mengundang kami untuk sosialisasi SRA di Rumah Belajar yang didirikannya 2012 lalu di daerah Cisarua Lembang. Ia telah mendidik puluhan anak putus sekolah disana.

image

Mobilisasi Sumber Daya

Bu Dewi dari Asdep PHPA KPPPA menyampaikan pentingnya pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) bagi guru dalam sambutannya setelah menyimak paparan Duta SRA-Khazanah dan Kepala Sekolah. Pak Iryansyah menyambut antusias rencana tindak lanjut dalam bentuk pelatihan KHA bagi guru ini. Aksi-aksi #MeSRA di SMANLibels menambah keyakinan kami bahwa penerapan SRA melalui penguatan prinsip-prinsip hak anak dan tata kelola yang baik memperkuat inisiatif yang sudah berjalan di sekolah sehat, peduli lingkungan, anti narkoba, adiwiyata dll.

image

Kami mendapat kehormatan ketika Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Dr. Elih Sudiapermana berkenan menerima kami di kantor beliau sebelum memimpin rapat pukul 13.00 wib. Kesempatan emas ini kami manfaatkan untuk menggalang dukungan Dinas Pendidikan Kota Bandung agar model SRA di SMANLibels dapat disebarluaskan di kota Bandung. Pak Elih menyambut baik gagasan tersebut dengan harapan upaya MeSRA bersenyawa dengan peningkatan mutu layanan pendidikan di kota Bandung. Koordinasi multipihak sangat diperlukan agar inisiatif tersebut dirasakan manfaatnya demi kepentingan terbaik anak.

image

Insya Allah

Advertisements

One thought on “Aksi MeSRA di SMAN 15 Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s