Lindungi Anak-Anak Kita

Resume dari ibu Elly Risman pada program Basa Basi Transtv pagi ini (Rabu, 29 April 2015)

Ada beberapa pembagian area tubuh anak:
1. Area baik untuk disentuh -> bahu ke atas dan lutut ke bawah (ex: eh sepatunya bagus ya)
2. Area yg mmbingungkan -> dari bawah bahu hingga atas lutut
3. Empat Area buruk untuk disentuh -> bibir, payudara, kemaluan, pantat
4. Area terlarang -> area yang ditutupi oleh baju renang (payudara&kemaluan)

Ajarkan anak bedanya muhrim bagi yg muslim, saudara, teman, kenalan dan orang asing.

Tanamkan pada anak bahwa dirinya itu berharga, shg anak harus percaya diri untuk menolak apabila diperlakukan tidak baik (ex: ada yg menyentuhnya di area terlarang, harus berani bilang “jangan pegang2 dong”). Karena biasanya orang yg melakukan perilaku sex menyimpang ini apabila anak diam saja, ia akan cenderung meneruskan perbuatannya.

Target pornografi adalah anak usia 8th terutama laki2, kenapa?
1. Hormon testosteron pada laki2 lebih tinggi
2. Otak kiri lebih dominan bekerja
3. Anak laki2 lebih gampang fokus
4. Kemaluannya diluar sehingga lebih mudah distimulasi

Tugas orangtua adalah mendampingi & mengajari, apa yg dimaksud mengajari?
1. Memberi tahu
2. Diskusi
3. Role play

Bila orgtua tdk ada disisi anak secara lahir dan batin, anak akan cenderung lebih sensitif, stress, bosan, merasa sendiri, capek dan nantinya akan berujung ke perilaku menyimpang lainnya

Bila ditawari tetang pornografi, misal ada temannya yagn mempunyai video porno dan menunjukkannya pada anak kita, ajarkan anak untuk menolak (ex: kata orang tuaku ga boleh liat hal kayak gitu). Misal ditawari lagi, ajarkan anak untuk berani bilang “kalo kamu mau otakmu rusak, silahkan kamu aja. Jangan ajak-ajak aku. Aku mau jaga mata & otakku”

Kerusakan otak yg terjadi pd orang yg kecanduan pornografi kurang lebih sama dengan orang yg kecanduan narkoba
1. Otak depan adalah “direktur” dimana bertugas untuk kontrol emosi, kontrol diri, pembuat keputusan, dll.
2. Otak belakang adalah “responder” dmn bertugas sebagai pusat perasaan, mendorong orang untuk fokus.
Otak bagian depan matang di usia 25th. Bayangkan otak anak yang blm matang ini apabila mendapat stimulus yg buruk secara berulang, maka otak belakang yang akan dominan bekerja merekam semuanya (karena otak belakang mengandalkan perasaan untuk merespon segala sesuatu, dan itu alamiah untuk merekam apa yg ada di depannya) sehingga lama kelamaan anak yang belum bisa mengontrol diri akan melakukan hal-hal yang dia liat (anak adalah peniru ulung)

Berikut sedikit analogi bagaimana stimulus buruk itu mempengaruhi anak untuk meniru apa yg dilakukannya. Stimulus berulang -> Dopamin keluar terus menerus -> Lama-lama menjadi kecanduan -> Merasa tidak puas sehingga akan mencari tontonan yang lebih dari sebelumnya -> Muncul keinginan untuk meniru -> Melakukan apa yang diliatnya

“Jagalah anak kita krn mereka adalah amanah dari Allah yg akan dimintai pertanggungjawabannya kelak”

~ Ibu Elly Risman~

OPeRA on fb_sharing info menuju KLA

Teman pegiat Hak Anak (TPHA)

TPHA: Mbak…gimana kabarnya? lagi di Jakarta apa di bandung niee..
besok senin selasa aku ketemu bunda…

YK: Wah senin selasa saya di jakarta terus ke bali sampai Rabu malam

TPHA: weeehh..luar biasa keliling terusss… Mbak Nysuwun sewu..dokumen yang njenengan kirim aku cek belum ada…

YK: Aneh ya…coba saya kirim lagi…minta emailnya lagi ya
Kemarin ada draft perpres yg sdg difinalisasi antar K/L

TPHA: iya Mbak…ini email saya Makasih banget Mbak…. ini akan digunakan teman-teman mitra advokasi ke pemerintah untuk realisasi KLA di Kulon Progo dan Semarang Kota dan Kab.
Alhamdulillah Mbak Sudah masuk…terima kasih banyak semoga membawa keberkahan.

YK: Alhamdulillah

TPHA: Kita lg di solo..nyusun modul parenting untuk pertumbuhan anak usia dini.

YK: Wah keren
Saya baru sepakati outline modul ToT SRA di KPPPA dg 15 k/l

TPHA: insyaallah kedepan bisa kita sharing modulnya…yg tema perkembangan sudah jd…tinggal finalisasi. Luar biasa mbak… Luar biasa mbak…

YK: Alhamdulillah…ditunggu share nya ya

TPHA: Iyaaa…pasti…tunggu yaaa…

OPERA on fb_peduli penyintas anak

Teman: Salam, saya tidak hafal nomer HP tetangga saya..

YK: Hatur nuhun juga ya atas infonya. 2009 lalu kami buka Pesantren hafalan Quran di Dago Elos untuk anak-anak korban geng motor. Sayang sekali ditentang salah satu warga yang memimpin mushola tapi sekarang sudah almarhum. Kami akhirnya mencari cara lain dan lahirlah SeKAM. Awalnya bekerja mendampingi orangtua yang mengadu karena merasa diperlakukan tidak adil dlm ppsb 2014 di kota Bandung. Sekarang para orangtua tersebut membentuk GMPP. Para pendampingnya dari STKS lanjut ke anak jalanan.

Continue reading “OPERA on fb_peduli penyintas anak”