Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kota Layak Anak di Jawa Barat

Alhamdulillah, meski cukup lama menunggu ananda Zakky siap mengantar, akhirnya kami tiba di Hotel Jatinangor dengan selamat. Motor yang dikendarai Zakky sempat kemps dan perlu dipompa saat menembus macet di pertigaan Cibiru. Berkali-kali Zakky berkeluh kesah karena jalan yang seharusnya bisa ditempuh 1 jam ternyata menghabiskan waktu lebih dari 2 jam.

Acara rakor baru dimulai jam 10, setelah peserta cukup represantatif. Tim dari LPA Jabar sempat meminta Zakky memimpin doa, tapi ditolak dengan halus. Syukur Alhamdulillah, meski perjalanannya cukup melelahkan, namun Zakky tetap semangat membaca dokumen KLA yang diterbitkan oleh KPPPA. Disampingku, ada Berlinda dari Forum Anak Jawa Barat, peserta didik SMAN 2 Cimahi. Kami sempat memperbincangkan tentang indikasi pelanggaran hak anak dengan diberlakukannya Ujian Nasional sebagai (salah satu) penentu kelulusan. Berlinda juga menyampaikan tentang pendampingan intensif FAD Jabar oleh LPA Jabar termasuk pertemuan di Batam yang difasilitasi Komnas PA dan menghasilkan rekomendasi anak Indonesia. Sayang, katanya, rekomendasi-rekomendasi tersebut belum dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh  dalam pengambilan kebijakan di tingkat nasional maupun di daerah.

Penjelasan kegiatan rakor disampaikan Pak Oko sebagai ketua panitia yang diperkuat dengan pembacaan sambutan kepala BP3AKB Jabar oleh Ibu Kabid KPA. Beberapa data yang disampaikan sebagai hasil sensus dari BPS 2010 sempat membuatku bertanya-tanya. Itu pula yang membuatku tergelitik untuk mengacungkan tangan memberikan respon kepada pembicara dari LPA Jabar. Selama presentasi, Ibu Doktor dari PSGA UIN berkali-kali menyayangkan tentang materi paparan yang terkesan lebih banyak menyampaikan definisi kata-kata dari KBBI terbitan Balai Pustaka.

Respon lainnya disampaikan oleh perwakilan Badan Ketahanan Pangan,.Berlinda FAD Jabar, Bapak dari Perindag, dan tanggapan pembicara dan diakhiri dengan sekilas info yang aku sampaikan mengenai permeneg PP-PA 11, 12, 13, dan 14 tahun 2011 melengkapi permeneg pp-pa nomor 2 tahun 2009 yang dijadikan rujukan pembicara.

Peserta sepakat untuk menyusun rekomendasi dalam 4 kelompok sebelum waktu istirahat. Zakky dan aku pamit setelah rekomendasi kelompok kami tersusun. Menarik bagiku, ketika Bu Eni, Kabid BP3AKB Jabar meminta kami untuk menyampaikan usulan terkait kegiatan 2014 khususnya mengenai kesejahteraan dan perlindungan anak. Nampaknya impian KerLiP yang disusun oleh Dede Sunarya tahun 2012 lalu mulai menemukan jalannya.  Semoga bisa wujudkan pelembagaan Gerakan Siswa Bersatu di semua sekolah/madrasah khususnya menengah di Jawa Barat sebagai komunitas untuk Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Advertisements

One thought on “Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kota Layak Anak di Jawa Barat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s